MARKET DATA

Fundamental Kuat, BNI Targetkan Penyaluran Kredit Tumbuh 10%

Teti Purwanti,  CNBC Indonesia
24 February 2026 17:05
BNI
Foto: dok BNI

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menargetkan pertumbuhan penyaluran kredit pada kisaran 8% hingga 10% pada 2026. Sepanjang 2025, BNI telah menyalurkan kredit senilai Rp 899,53 triliun atau naik 15,9% dibandingkan tahun sebelumnya senilai Rp 775,87 triliun.

Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena mengungkapkan, kinerja intermediasi BNI tumbuh positif dan berimbang secara keseluruhan. Dia mengatakan pertumbuhan kredit BNI sepanjang 2025, mencerminkan kinerja intermediasi yang tetap solid di tengah tantangan ekonomi global.

"Strategi pertumbuhan kredit yang terdiversifikasi menjadi kunci dalam menjaga kualitas portofolio di tengah perlambatan ekonomi global," ujar Paolo dalam keterangan resmi, dikutip Senin (23/2/2026).

Sebagai informasi, penyaluran kredit business banking BNI didominasi oleh segmen korporasi senilai Rp 518,2 triliun dengan pertumbuhan 20% secara yoy. Adapun pada 2024 penyaluran kredit segmen korporasi mencapai Rp 431,4 triliun. Sementara segmen menengah pada tahun lalu juga mencatatkan pertumbuhan positif 19,9% atau mencapai Rp 131,8 triliun.

Secara komposisi, segmen korporasi masih mendominasi 57,6% dari penyaluran kredit BNI, yang disusul oleh segmen konsumer 17,4%, dan segmen menengah 14,7%.

Sementara sektor infrastruktur, listrik, gas, dan air, serta sumber daya alam mendominasi penyaluran kredit BNI (Bank Only) sepanjang 2025. Kredit sektor infrastruktur tumbuh 117.1% menjadi Rp 120,6 triliun dibandingkan 2024 senilai Rp 55,5 triliun. Untuk listrik air, dan gas, tumbuh 40,9% menjadi Rp 44,4 triliun dan sumber daya alam 23,6% atau senilai Rp 63,3 triliun.

Dari sisi profitabilitas, tahun ini BNI menargetkan pertumbuhan Net Interest Margin (bank only) pada kisaran 3,5% hingga 3,8%. Sementara dari sisi cost credit (bank only) juga ditargetkan berada di kisaran 1% hingga 1,2%.

Asal tahu saja, selain pencapaian kredit yang apik pada tahun lalu, BNI juga memperkuat perannya dalam mendorong pembiayaan yang selaras dengan prinsip keberlanjutan dan pengelolaan risiko jangka panjang.

Tahun lalu, BNI mencatat kredit berkelanjutan senilai Rp197 triliun atau setara dengan 22% dari total kredit. Inisiatif keuangan berkelanjutan, penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), serta pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari strategi jangka panjang BNI.

Komitmen tersebut tercermin dari penerbitan Sustainability Bond senilai Rp5 triliun pada 2025 dengan peringkat idAAA. Framework Sustainability Bond BNI juga telah memperoleh Second Party Opinion (SPO) dari Sustainalytics dengan hasil credible and impactful, yang menegaskan kualitas dan dampak pembiayaan keberlanjutan BNI sesuai standar nasional maupun internasional.



 

(rah/rah) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Penyaluran Kredit BNI (BBNI) Tumbuh 10,5% Jadi Rp812 T di Q3/2025


Most Popular
Features