Impresif! Mau Merger Bank Syariah, Laba BRIS Q3 Meroket 238%

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
26 October 2020 08:20
BRIsyariah Salurkan Dana PEN untuk UMKM (Dok. BRIsyariah)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS) mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang signifikan pada 9 bulan pertama tahun ini atau periode hingga triwulan III 2020, sebesar 238% menjadi Rp 190,58 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni Rp 56,46 miliar.

Di sisi aset, perseroan mencatatkan aset sebesar Rp 56 triliun pada triwulan III 2020, meningkat 51,40% dibandingkan triwulan III 2019.

Kinerja positif ini melanjutkan performa yang apik anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) ini yang dicapai pada semester I-2020. Pada periode per Juni lalu, BRIS juga mencatat laba bersih yang melesat sebesar 229,6% menjadi Rp117,2 miliar, dari periode yang sama tahun lalu.


Aset BRISyariah per Juni lalu juga tercatat sebesar Rp 49,6 triliun, meningkat 34,75% dibandingkan triwulan II-2019.

Untuk periode 9 bulan ini, tidak hanya mencatat pertumbuhan laba, pertumbuhan pembiayaan dan dana murah BRIS juga mengalami peningkatan yang signifikan.

Direktur Utama BRISyariah Ngatari menyampaikan hingga triwulan III 2020 perseroan menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 40 triliun, tumbuh mencapai 57,90% year-on-year(yoy).

Pertumbuhan pembiayaan yang signifikan ditopang oleh segmen Ritel (SME, Mikro dan Konsumer) untuk memberikan imbal hasil yang lebih optimal.

"Peningkatan laba bersih BRISyariah di triwulan III 2020 didukung oleh optimalisasi fungsi intermediasi yang diikuti dengan pengendalian beban biaya dana," jelas Ngatari, dalam siaran persnya, Senin (26/10/2020).

Secara rinci, pada triwulan III 2020, komposisi pembiayaan konsumer menjadi yang dominan dalam penyaluran pembiayaan di BRISyariah.

Pembiayaan konsumer ini menjadi salah satu fokus penyaluran pembiayaan BRIsyariah karena memiliki risiko yang rendah. Hal ini dikarenakan pembiayaan konsumer ini berdasarkan asset based (KPR) dan Salary Based (pembiayaan multi guna).

Total pembiayaan konsumer yang disalurkan BRISyariah hingga triwulan III 2020 mencapai Rp12,2 triliun atau tumbuh sebesar 53,77% yoy.

Selain segmen konsumer, pembiayaan mikro BRISyariah juga memberikan kontribusi besar terhadap total pembiayaan di BRISyariah.

Penyaluran pembiayaan mikro BRIsyariah tercatat sebesar Rp 10,9 triliun, tumbuh sebesar 185% year on year.

Pembiayaan KUR yang masuk di segmen mikro mencatat pertumbuhan positif.

Penyaluran KUR BRISyariah di bulan September 2020 telah mencapai 95% dari target total di tahun 2020.

"Total target KUR BRISyariah di tahun 2020 adalah Rp 4,5 triliun. Alhamdulillah di bulan September 2020 kami telah menyalurkan Rp4,3 triliun. Artinya hampir tercapai 100% dari target," lanjut Ngatari.

Di sisi dana pihak ketiga (DPK), BRISyariah mencatat pertumbuhan sebesar 72,7%. Dalam penghimpunan dana, BRISyariah fokus dalam meningkatkan dana murah (CASA).

Pada triwulan III 2020, BRISyariah mampu meningkatkan CASA sebesar 135% (YoY). Peningkatan CASA ini bertujuan agar BRISyariah dapat mengendalikan biaya dana (Cost of Fund).

"Dana Pihak Ketiga meningkat ditopang oleh pertumbuhan dana murah (giro dan tabungan) sejalan dengan strategi pengendalian beban biaya dana. Peningkatan dana murah yang mencapai mendorong penurunan biaya dana ataucost of fund," jelas Ngatari.

Ngatari melanjutkan, salah satu pendorong pertumbuhan pembiayaan BRISyariah di masa pandemi ini adalah digitalisasi proses pembiayaan lewat aplikasi i-Kurma.

Perseroan mengoptimalkan i-Kurma sebagai langkah transformasi digital dalam proses pembiayaan. Ini terbukti efektif dalam meningkatkan kinerja BRISyariah, mengingat tenaga pemasar pembiayaan dimungkinkan untuk bekerja secara efektif dan efisien di tengah adaptasi kebiasaan baru pada masa pandemi corona.

Selain penyaluran pembiayaan kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah, di tengah upaya-upaya pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi covid-19 yang belum selesai, perseroan ditunjuk menjadi salah satu bank penyalur dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Hingga pertengahan bulan Oktober 2020 BRISyariah telah menyalurkan sekitar Rp449,9 miliar kepada 6.169 nasabah. Penyaluran diarahkan kepada sektor usaha produktif.

Saat ini BRIS dalam proses menjadi survivor bank dalam merger bank syariah BUMN dengan menerima penggabungan dari PT Bank Syariah Mandiri (BSM) dan PT Bank BNI Syariah (BNIS). Target merger akan efektif rampung pada 1 Februari 2021.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading