Bolak-balik Kena ARB, 5 Saham Ini Bikin Senam Jantung

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
24 October 2020 13:30
Pengunjung melintas di depan layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Kamis, 12 Maret 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5,01% ke 4.895,75. Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dihentikan sementara (trading halt) setelah  Harga tersebut ke 4.895,75 terjadi pada pukul 15.33 WIB.  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) padaperdagangan pekan ini ditutup terapresiasi tipis0,17% di level 5.112,18. Indeks acuan pasar modal Tanah Air memang sedang memasuki fase konsolidasi di level 5.100 sejak pekan lalu.

Sepinya sentimen pengerak pasar terutama secara domestik memang membuat IHSG sering bergerak menyamping. Sementara itu dari pasar global sentimen penggerak pasar hanya dari tarik ulur stumulus fiskal untuk menanggulangi dampak Covid-19 di Amerika Serikat.

IHSG memang naik tipis, namun ternyata banyak pula saham yang terpaksa terkoreksi parah hingga sampai puluhan persen. Simak tabel berikut.


Tercatat saham-saham yang memimpin penurunan alias Top Losers adalah saham yang notabene mempunyai kapitalisasi pasar kecil yakni dibawah Rp 3 triliun sehingga biasanya harga sahamnya mudah digerakkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab ke arah tertentu alias cornering.

Tercatat di posisi pertama terdapat saham emiten properti PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) yang anjlok 29,09% selama sepekan. Data perdagangan mencatat saham KOTA anjlok ke level Auto Reject Bawah alias ARB-nya selama sepekan terakhir, bahkan penurunan saham KOTA sudah terjadi selama 9 hari perdagangan beruturut-turut dan seringkali anjlok ke level ARB-nya.

Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai regulator juga sudah menanyakan kepada emiten perihal penurunan ini akan tetapi melalui keterbukaan informasi KOTA menjawab tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek dan tidak akan melakukan aksi korporasi dalam waktu dekat.

Di posisi kedua terdapat saham emiten industri plastik PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) yang senasib dengan KOTA anjlok ke level ARB-nya selama sepekan penuh dan membukukan penurunan sebesar 28,95%. Kapitalisasi pasar YPAS juga tergolong kecil sehingga harga sahamnya mudah dilakukan cornering oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab. Tercatat market cap YPAS hanyalah sebesar Rp 180 miliar dengan total saham publik hanya 10,53% atau senilai kurang lebih Rp 19 miliar.

TIM RISETCNBCINDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading