Mau Dijual, Begini Kondisi Keuangan LinkNet di Q3-2020

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
22 October 2020 13:57
RUPS Link Net

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten anak usaha media dan TV kabel Grup Lippo, PT Link Net Tbk (LINK) mengumumkan kinerja keuangan yang berakhir sampai dengan 30 September 2020.

Pada periode sembilan bulan pertama tahun ini, LINK mencatat laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 698,90 miliar, turun 9,56% dari periode yang sama di tahun sebelumnya Rp 772,85 miliar.

Pendapatan emiten Grup Lippo ini tercatat naik 6,33% menjadi Rp 2,95 triliun dari sebelumnya Rp 2,76 triliun. Namun demikian, beban pokok pendapatan naik menjadi Rp 616,16 miliar dari sebelumnya Rp 538,19 miliar. Beban penjualan juga naik menjadi Rp 282,89 miliar dari sebelumnya Rp 212,16 miliar.


Meski demikian, laba usaha LINK tercatat turun dari Rp 1,04 triliun menjadi Rp 983,67 miliar pada kuartal ketiga tahun ini. Sementara itu, laba per saham dasar juga turun menjadi Rp 252 per saham dari sebelumnya Rp 266 per saham.

Seperti diketahui, sebelumnya Manajemen LINK mengungkapkan bahwa Grup Lippo melalui First Media dan perusahaan private equity global CVC Capital Partners via Asia Link Dewa Pte akan melepas seluruh kepemilikan saham di perusahaan penyedia tv kabel, LINK dan berpotensi meraih dana lebih dari Rp 4 triliun.

Sebanyak empat investor sudah dalam proses uji tuntas (due dilligence) untuk mengakuisisi mayoritas saham LINK. Empat investor tersebut berasal dari dua perusahaan Malaysia dan dua perusahaan Jepang.

"Cuma saya gak bisa sebut nama Pak karena terkait dengan NDA [non disclosure agreement]," kata Marlo Budiman, CEO dan Presdir LINK, dihubungi CNBC Indonesia, Senin (5/10/2020).

Aksi ini melanjutkan divestasi Grup Lippo yang sebelumnya batal terlaksana dengan PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) milik Grup MNC.

Hingga 31 Agustus 2020, pemegang saham LINK yakni CVC lewat Asia Link Dewa sebesar 35,55% (1.017.766.198 saham), First Media 27,90% (798.699.286 saham), UBS AGLDN Branch-UBS AG London 6,41%, dan investor publik 26,24%. Masih ada saham treasury LINK yakni 3,90%.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading