Kuartal III

Saat Pandemi, Laba Emiten Jarum Suntik Ini Meroket 475%

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
20 October 2020 12:47
FILE - In this Monday, March 16, 2020 file photo, a patient receives a shot in the first-stage study of a potential vaccine for COVID-19, the disease caused by the new coronavirus, at the Kaiser Permanente Washington Health Research Institute in Seattle. On Friday, March 20, 2020, The Associated Press reported on stories circulating online incorrectly asserting that the first person to receive the experimental vaccine is a crisis actor. All participants who volunteered for the test were screened and had to meet a set list of criteria. They were not hired as actors to simulate a role. (AP Photo/Ted S. Warren)

Jakarta, CNBC IndonesiaEmiten distributor alat kesehatan dan jarum suntik sekali pakai, PT Itama Ranoraya Tbk. (IRRA) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 35,47 miliar di September 2020, melesat 475% dari periode September 2019 sebesar Rp 6,17 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan per September 2020, perolehan laba seiring dengan kinerja pos pendapatan yang naik 9,39% menjadi Rp 141,06 miliar dari sebelumnya Rp 128,95 miliar.

Dari pendapatan, pendapatan di atas 10% berasal dari beberapa klien yakni UTD PMI Provinsi DKI Jakarta sebesar 13,11%, PT Dharma Mitra Mitra Abadi 12,28%, dan Direktorat Tata Kelola Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan 17,46%, dan PT Semesta Medika Indonesia 22,23%.


Data BEI mencatat, saham IRRA di sesi I, Selasa ini, ditutup naik 1,71% di level Rp 890/saham, dengan kapitalisasi pasar Rp 1,42 triliun.

Dalam sepekan terakhir secara akumulatif, saham IRRA melesat 11,25%, dalam 3 bulan terakhir naik 53,45% dan 6 bulan terakhir melesat 65%. 

IRRA saat ini menunggu momen untuk segera mengakuisisi entitas asosiasinya yakni PT Oneject Indonesia, perusahaan produsen jarum suntik sekali pakai (Auto Disable Syringes).

Pratoto Satno Raharjo, Direktur Keuangan IRRA, mengatakan sejak masa penawaran umum saham perdana pada tahun lalu, perseroan memang sudah menyampaikan rencana ingin mengakuisisi Oneject.

IRRA listing di BEI pada Selasa (15/10/2019). Perusahaan melepaskan 400 juta saham atau setara dengan 25% dari modal disetor dan ditempatkan perusahaan, ke publik dengan harga Rp 374/saham.

"Masih belum pasti [jadwal akuisisi kapan] karena karena adanya pandemi sehingga masih menunggu momentum yang tepat [untuk akuisisi Oneject," katanya dalam keterbukaan informasi di BEI, dikutip Rabu (30/9/2020).

Dia mengatakan nilai akuisisi juga masih belum bisa ditentukan karena juga masih masih dinamis.

"Pertimbangan direncanakannya transaksi akuisisi, melalui akuisisi kerja sama akan saling menguntungkan dan membantu peluang bagi Itama Ranoraya dalam meningkatkan bisnis," jelasnya.

Situs resmi mencatat, Oneject adalah produsen jarum suntik sekali pakai. Produk jarum suntik Oneject dipasarkan oleh IRRA yang sama-sama berada di bawah kendali PT Global Dinamika Kencana.

"Sebagai pionir produsen AD syringe yang aman di Indonesia, Oneject Indonesia turut berkontribusi dalam mengurangi jumlah jarum suntik standar, yang diproduksi dan didistribusikan di Indonesia. Produk kami memimpin pasar AD syringe dengan pangsa pasar 90% di Indonesia, perusahaan berdiri sejak 2004," tulis manajemen Oneject.

Manufaktur Oneject Indonesia terletak di Bogor, bagian barat Jakarta yang berjarak sekitar 50 km dari pelabuhan internasional Jakarta.

Area yang dibangun seluas lebih dari 5.000 meter persegi, termasuk ruang kantor 4.000 meter persegi.

Tahun lalu, Oneject Indonesia mengembangkan konstruksi pabrik keduanya di Cikarang, Bekasi, dengan nilai total investasi mencapai Rp 350 miliar.

Pusat produksi anyar itu diprediksi mampu menghasilkan 900 juta alat suntik sekali pakai per tahun dan 1,2 miliar jarum suntik dengan pengaman atau safety needle per tahun.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading