Hantu Corona Bangkit Lagi, IHSG Mati Gaya & Terkoreksi 0,6%

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
16 October 2020 11:52
Laju bursa saham domestik langsung tertekan dalam pada perdagangan hari ini, Kamis (10/9/2020) usai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan akan memberlakukan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai Senin pekan depan.

Sontak, investor di pasar saham bereaksi negatif. Indeks Harga Saham Gabungan anjlok lebih dari 4% ke level 4.920,61 poin. Investor asing mencatatkan aksi jual bersih Rp 430,47 miliar sampai dengan pukul 10.18 WIB.  (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi pertama akhir pekan Jumat (16/10/20) ditutup di zona hijau 0,64% di level 5.072,52. Para elaku pasar mulai pesimis setelah bursa acuan global di Wall Street terkoreksi pada perdagangan dini hari tadi dan peningkatan kasus corona di AS dan Benua Biru, aksi profit taking juga masih berlanjut setelah kemarin lusa IHSG terbang 8 hari beruntun.

Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp 307 miliar di pasar reguler hari ini dengan nilai transaksi hari ini menyentuh Rp 3,8 triliun.

Saham yang paling banyak dilego asing hari ini adalah PT Bank Republik Indonesia Tbk (BBRI) dengan jual bersih sebesar Rp 79 miliar dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang mencatatkan net sell sebesar Rp 65 miliar.


Sementara itu saham yang paling banyak dikoleksi asing hari ini adalah PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) dengan beli bersih sebesar Rp 2 miliar dan PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) dengan net buy sebesar Rp 1 miliar.

Indeks acuan di Benua Asia terpantau bervariatif, Nikkei turun 0,40%, Hang Seng naik 0,78%, sedangkan STI SIngapore juga ikut nanjak 0,41%.

Hari ini, di kawasan Asia, data ekonomi yang dirilis adalah data harga ekspor-impor dan data tingkat pengangguran di Korea Selatan.
Tercatat, ekspor Negeri Ginseng pada September secara year-on-year (YoY) terkontraksi 6,2%. Walaupun masih tumbuh minus, namun lebih baik dari capaian periode yang sama tahun lalu yang anjlok 6,7%.

Sedangkan data tingkat pengangguran Korea Selatan pada September 2020 naik 0,7 poin menjadi 3,9% dari posisi Agustus 2020 di angka 3,2%.
Dari Wall Street, tiga indeks utama ditutup melemah.

Dari Wall Street, tiga indeks utama ditutup melemah. Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 0,07%, S&P 500 terkoreksi 0,15%, dan Nasdaq Composite berkurang 0,47%.

Pelaku pasar di New York cemas melihat data ketenagakerjaan terbaru di Negeri Paman Sam. Klaim tunjangan pengangguran pada pekan yang berakhir 10 Oktober tercatat 898.000, naik dibandingkan pekan sebelumnya yaitu 845.000. Juga lebih tinggi ketimbang konsensus pasar yang dihimpun Reuters dengan perkiraan 825.000.

Data ekonomi lain juga membuat investor kecewa. Angka pembacaan awal indeks kondisi bisnis keluaran Bank Sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) cabang New York periode Oktober 2020 adalah sebesar 32,8. Turun dibandingkan bulan sebelumnya yakni 40,3.

Dari benua Biru, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, jumlah pasien positif corona di Benua Biru per 15 Oktober adalah 7.406.193 orang. Bertambah 131.726 orang (1,81%) dibandingkan posisi hari sebelumnya.

Tambahan 131.726 orang pasien baru dalam sehari adalah rekor tertinggi sejak virus yang bermula dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat China itu mewabah di Eropa. Sedangkan pertumbuhan 1,81% menjadi yang tercepat sejak 10 Oktober.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading