Aviva Hengkang, Grup Astra Borong Saham Asuransi Astra Life

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
14 October 2020 18:15
FILE PHOTO: People enter and exit the AVIVA headquarters building in Dublin October 19, 2011.      REUTERS/Cathal McNaughton/File Photo                               GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD

Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana perusahaan asuransi asal Inggris, Aviva Plc mendivestasi seluruh kepemilikan sahamnya di PT Astra Aviva Life, perusahaan patungan Aviva dan Grup Astra sudah bulat.

Grup Astra melalui anak usahanya, PT Sedaya Multi Investama (SMI) akan menjadi perusahaan yang menyerap saham Aviva Plc tersebut di Astra Life.

Berdasarkan pengumuman yang disampaikan manajemen Astra Life di situs resmi perseroan, SMI berencana untuk membeli seluruh saham yang dimiliki oleh Aviva International Holdings Limited di dalam Astra Life yaitu sebanyak 661.720 saham yang mewakili 49,99% kepemilikan.


"Rencana pengambilalihan ini telah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan [OJK]," tulis Astra Life, dikutip CNBC Indonesia, Rabu (14/10/2020).

SMI atau Astra Financial adalah divisi layanan jasa keuangan di bawah kendali holding Grup Astra yakni PT Astra International Tbk (ASII), yang berdiri sejak 1981.

Setelah pengambilalihan ini, maka komposisi kepemilikan saham Astra Life masing-masing sebesar 49,99% digenggam oleh Astra International dan SMI. Sedangkan sisanya digenggam Koperasi Astra International.

Sebelumnya, Grup Astra melalui Astra International merespons keputusan perusahaan asuransi asal Inggris, Aviva Plc yang berencana mendivestasi seluruh kepemilikan sahamnya Astra Aviva Life.

Kepala Divisi Komunikasi Korporat Astra International Boy Kelana Soebroto menjelaskan, Astra terus meninjau strategi investasinya.

"Astra secara reguler meninjau kembali strategi investasi portofolio dan mengambil keputusan terbaik bagi para stakeholders," kata Boy Kelana.

Namun Boy menegaskan keluarnya Aviva, perusahaan asuransi dunia yang tercatat di London Stock Exchange, bukan karena industri asuransi yang tengah disorot belakangan ini. Boy menyebut, industri asuransi jiwa masih memiliki peluang tumbuh di Tanah Air.

"Kami yakin industri asuransi jiwa memiliki prospek positif di Indonesia," katanya lagi. Hanya saja Boy belum menjelaskan bagaimana mekanisme penyerapkan 50% saham Aviva kepada Astra dan sumber pendanaan perusahaan ke depan.

"Pada saat ini, kami fokus menyelesaikan transaksi tersebut yang diperkirakan pada kuartal IV 2020 setelah dipenuhinya beberapa kondisi, termasuk persetujuan regulator di Indonesia," tegas Boy.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading