Dow Futures Menguat Tipis Jelang Rilis Keuangan Emiten AS

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
12 October 2020 18:10
A specialist trader works at his post on the floor of the New York Stock Exchange, (NYSE) in New York, U.S., March 22, 2018. REUTERS/Brendan McDermid

Jakarta, CNBC Indonesia - Kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (12/10/2020) cenderung menguat meski tipis, di tengah antisipasi pemodal atas rilis kinerja keuangan emiten AS sembari memantau perkembangan negosiasi stimulus.

Kontrak futures indeks Dow Jones Industrial Average naik 19 poin, mengimplikasikan indeks tersebut bakal dibuka menguat sebesar 70 poin. Kontrak serupa indeks S&P 500 dan indeks Nasdaq juga menguat masing-masing sebesar 0,5% dan 1,3%.

Pergerakan kontrak berjangka itu terjadi setelah pekan yang kuat bagi Wall Street. Pekan lalu, Dow Jones melesat 3,3% menjadi reli mingguan terbesar sejak Agustus, sedangkan indeks S&P 500 dan Nasdaq masing-masing tumbuh 3,8% dan 4,6%, atau terbaik sejak Juli.


"Pekan lalu pasar saham memperhitungkan kejelasan hasil pemilihan presiden [pilpres], dan sejalan dengan itu, ada kecenderungan tambahan stimulus fiskal--setidaknya sedang disiapkan. Ini tercermin dari kuatnya saham berkapitalisasi kecil hingga mengalahkan imbal hasil obligasi pemerintah AS [US Treasury]," tutur Julian Emanuel, Kepala Perencana Saham dan Derivatif BTIG dalam laporan riset yang dikutip CNBC International.

Peluang munculnya stimulus kedua sebelum pilpres kian melemah setelah Ketua DPR Nancy Pelosi, yang berasal dari Partai Demokrat, dan Anggota Senat dari Partai Republik menolak tawaran stimulus senilai US$ 1,8 triliun dari Gedung Putih.

Dalam suratnya, Pelosi menekankan bahwa angka proposal itu tak cukup untuk mengatasi persoalan kesehatan. Di sisi lain, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows melalui surat resmi ke Kongres menyerukan pemungutan suara terpisah untuk meloloskan Program Perlindungan Gaji.

Kebuntuan tersebut terjadi setelah pekan yang penuh gejolak di Washington di mana Presiden AS Donald Trump di satu sisi menyerukan penghentian negosiasi, dengan mengatakan bahwa kader Partai Republik di Kongres semestinya fokus mengusung Amy Coney Barrett sebagai Ketua Mahkamah Agung AS. Namun, dia balik arah dengan mengatakan kembali bernegosiasi.

Beberapa emiten besar perbankan dan maskapai dijadwalkan melaporkan hasil kinerja mereka, termasuk di antaranya JPMorgan Chase dan Delta Air Lines.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading