Dow Futures Melompat 210 Poin Didorong Ekspektasi Stimulus

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
01 October 2020 18:28
Trader Gregory Rowe, right, works on the floor of the New York Stock Exchange, Wednesday, Dec. 11, 2019. Stocks are opening mixed on Wall Street following news reports that US President Donald Trump might delay a tariff hike on Chinese goods set to go into effect this weekend. (AP Photo/Richard Drew)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (1/10/2020) melompat, menyusul ekspektasi stimulus fiskal bakal segera disepakati.

Kontrak futures indeks Dow Jones Industrial Average naik 210 poin, mengimplikasikan indeks tersebut bakal dibuka menguat sebesar 220 poin. Kontrak serupa indeks S&P 500 dan indeks Nasdaq juga bertumbuh, masing-masing sebesar 0,9% dan 1,3%.

Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows kepada reporter mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump telah membuka kenaikan nilai stimulus di atas US$ 1,5 triliun. Menolak bicara detil, dia menegaskan bahwa nilai di atas US$ 2 triliun akan menjadi "problem yang nyata."


Meadows mengatakan bahwa paket tersebut meliputi proposal terbaru yang memasukkan stimulus senilai US$ 20 miliar untuk maskapai, guna memberikan nafas untuk terus beroperasi selama 6 bulan tanpa melakukan pemecatan karyawan.

Sebelumnya, House of Representatives menunda pemungutan suara atas paket stimulus senilai U$ 2,2 triliun pada Rabu malam, setelah Ketua Kongres Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin gagal mencapai kesepakatan tapi sepakat melanjutkan negosiasi.

Bank sentral AS (Federal Reserve) kemarin juga mengatakan akan memperpanjang pelarangan pembagian dividen dan pembelian kembali saham (buyback) bank-bank besar hingga kuartal IV-2020. Akibatnya, saham bank pun melemah.

Pada Rabu, indeks Dow Jones Industrial Average naik lebih dari 300 poin. Indeks S&P 500 pun menguat sebesar 0,8% sedangkan indeks Nasdaq tumbuh 0,75% ditopang kenaikan saham Netflix dan Microsoft.

Sebaliknya, saham-saham siklikal yang bakal menguat mengikuti ekspektasi pemulihan ekonomi tertekan karena kegagalan kesepakatan stimulus. Pada September, Dow Jones anjlok nyaris 2,3%, S&P 500 ambles 3,9% sedangkan Nasdaq rontok hingga 5,2%.

"Karena kegagalan kesepakatan di Kongres, keraguan pun bertambah mengenai peluang adanya kesepakatan yang bisa diraih sebelum pemilihan presiden pada 3 November," tutur Kepala Pasar Saham Aviva Investors Susan Schmidt kepada CNBC International.

Perkembangan positif juga datang dari penanganan pandemi, di mana perusahaan farmasi Regeneron mengumumkan bahwa obatnya, berkode REGN-COV2, bisa mengurangi tingkat viralitas virus corona dan memperbaiki kondisi. Produsen obat Moderna menyatakan vaksin corona miliknya efektif terindikasi untuk orang dewasa, tapi belum akan siap pada 3 November.

Investors hari ini menunggu rilis klaim pengangguran baru. Ekonom dalam polling Dow Jones memperkirakan klaim baru tunjangan pengangguran akan bertambah 850.000 sepekan lalu, atau membaik dari angka pekan sebelumnya sebanyak 870.000.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading