PSBB Ketat DKI Tak Ampuh, Kasus Covid-19 Tetap Tinggi

Market - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
10 October 2020 18:20
Anies Baswedan, Konferensi Pers Status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta. Dok: Tangkapan layar youtube pemprov DKI Jakarta

Jakarta, CNBC Indonesia - Angka penambahan kasus di DKI Jakarta tetap tinggi meski ada penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI, penambahan kasus di DKI Jakarta pada Sabtu (10/10/20) sebanyak 1.259.

Selanjutnya, 1.282 orang dinyatakan sembuh dan 16 orang meninggal dunia di DKI Jakarta. Jika dibandingkan dengan daerah lain, selisih penambahan kasusnya juga sangat lebar.

Urutan kedua penambahan kasus terbanyak yang diduduki Jawa Tengah, angka tambahannya 410 orang. Berikutnya, kasus di Jawa Timur bertambah 310, Jawa Barat 268, dan Sumatera Barat 245.


Secara kumulatif, per hari ini angka kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta sebanyak 85.574. Dari jumlah itu, 70.392 orang dinyatakan sembuh dan 1.871 orang meninggal dunia.

Provinsi DKI Jakarta sendiri masih memberlakukan PSBB yang diperketat hingga 11 Oktober 2020. PSBB awalnya hanya diberlakukan selama dua pekan sejak 14-27 September.

Saat itu, sampai dengan 14 September kasus yang terpapar covid-19 sebanyak 12.161 orang. Dalam periode itu, meski diperketat lonjakan kasus masih terjadi, hingga 27 September 2020 jumlah kasus yang terpapar menjadi 13.265 orang.

Melihat lonjakan kasus penularan tersebut, yang kemudian memutuskan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk memperpanjang penerapan PSBB yang kembali diperketat.

Khawatir kasus harian covid-19 akan meningkat jika PSBB dilonggarkan, PSBB pun diperketat, berlaku mulai 28 September hingga 11 Oktober 2020.

Berdasarkan Pergub DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2020, aktivitas di kantor dibatasi maksimal hanya 25%. Sementara itu, jika ada salah satu karyawan yang diketahui terpapar covid-19, maka kegiatan perkantoran harus dihentikan selama tiga hari. Restoran-restoran pun dilarang untuk makan di tempat dan hanya boleh dibawa pulang atau take away.

Dengan rentang antara 28 - 30 September, berangsur jumlah pasien positif menurun. Pada 28 September jumlah kasus positif berjumlah 12.732 orang, kemudian turun lagi menjadi 12.726 orang pada 29 September. Dan terus turun menjadi 12.317 pada 30 September 2020.

Namun per 1-9 Oktober 2020, jumlah kasus penularan covid-19 kembali naik. Puncak tertingginya terjadi pada 4 Oktober 2020, yang kembali mencatatkan penularan covid pada angka 13.000an atau tepatnya 13.134.

Pun, sampai dengan 9 Oktober, jumlah kasus penularan covid-19 yang aktif di Jakarta saat ini telah mencapai 13.301 orang, dengan total sembuh sebanyak 69.203 orang, dan 1.860 orang yang meninggal.

Pemprov DKI Jakarta sendiri terus memassifkan tes PCR untuk menemukan kasus baru secara cepat, agar dapat segera melakukan tindakan isolasi/perawatan secara tepat. Sehingga, memperkecil potensi penularan COVID-19.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 10.581 spesimen per 9 Oktober 2020.

"Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 97.680. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 63.281," ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip CNBC Indonesia Sabtu (10/10/20).


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading