Duh, Debat Pilpres AS Ternyata Doyan Bikin Pasar RI Galau

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
30 September 2020 17:13
From l-r, first lady Melania Trump, President Donald Trump, Democratic presidential candidate former Vice President Joe Biden and Jill Biden, walk off stage at the conclusion of the first presidential debate Tuesday, Sept. 29, 2020, at Case Western University and Cleveland Clinic, in Cleveland, Ohio. (AP Photo/Julio Cortez)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks kontrak berjangka (futures) Dow Futures di bursa saham Wall Street AS anjlok sebesar 0,89% usai debat perdana calon presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (presiden petahana) dan Joe Biden.

Kontrak futures yang sama di Indeks S&P 500 dan Nasdaq juga diperdagangkan di zona merah, mengacu data perdagangan CNBC International.

Sempat menghijau jelang debat dengan kenaikan 0,88% di titik tertingginya, Dow Futures kehilangan momentum pada pertengahan debat yang berakhir ricuh dan saling potong antara Donald Trump dan Joe Biden.


Ketidakjelasan debat pertama ini membuat para pelaku pasar galau sebab, tentu saja investor berharap debat ini akan mempercerah siapa kira-kira kandidat presiden AS selanjutnya, sehingga pasar tidak perlu berlama-lama menunggu hasil pemilihan elektoral.

"Ini adalah malam yang panjang dan banyak hal yang perlu diluruskan, sepertinya akan jelas bahwa pertarungan ini tidak akan selesai sampai 3 November, dan sepertinya pasar tidak suka terhadap hal ini." Ujar Daniel Deming, MD dari KKM Financial seperti dikutip dari CNBC Internasional.

Joe Biden, sebelum debat berlangsung, secara rata-rata memiliki keunggulan di polling presiden sebesar 6,1%. Eks Wakil Presiden AS saat berpasangan dengan Presiden Barack Obama dari Demokrat itu menjadi favorit pemenang pemilu di bursa taruhan.

Beberapa investor sendiri takut apabila Joe Biden menang maka pajak korporasi akan dinaikkan dan regulasi akan diperketat.

Akan tetapi tentunya apabila Joe menang maka perang dagang dengan China kemungkinan akan dihentikan dan suntikan stimulus untuk memperkuat ekonomi akan ditambah.

Investor juga takut apabila nantinya hasil pemilu hanya terjadi perbedaan tipis dan salah satu kandidat tidak terima dan tidak mau mengakui kekalahan.

Perdebatan sengit kedua calon mulai dari penanganan kasus corona, calon Hakim Agung, soal perekonomian, hingga saling serang hal-hal yang tidak berhubungan dengan debat seperti keluarga masing-masing calon.

Di pasar saham Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menjadi indeks acuan dalam negeri pun mengekor Dow Futures.

IHSG diperdagangkan di zona merah dengan penurunan tajam hingga 0,77% pada pertengahan perdagangan sebelum rebound di akhir perdagangan sesi dua dan ditutup turun tipis 0,19% di level 4.870.

Sebenarnya bagaimana gerak pasar modal terutama IHSG dan Indeks Dow Futures?

Penggunaan Dow Futures tentunya karena debat kepresidenan diberlangsungkan malam hari waktu AS sehingga pasar modal reguler sudah tutup, di kala debat kepresidenan.

Dow Futures dan IHSG Saat Debat Pilpres AS, 30 Sept 2020

Tercatat pasar memang sering bergerak liar ketika debat kepresidenan AS dilaksanakan.

Bahkan tercatat 4 kali debat kepresidenan AS membuat pasar Wall Street terkoreksi dan menyeberang ke benua lain hingga ke Asia Tenggara, dan Indonesia, IHSG.

Seperti disebutkan di atas, ketidakpastian menjadi tema debat pilpres AS, maka indeks bursa saham rentan bergerak volatil.

Tercatat selama 9 hari perdagangan Dow Futures pada hari debat, kontrak berjangka Dow Jones ini bergerak liar di atas atau mendekati 1% sebanyak 5 kali.

Mayoritas gerak liar ini sendiri terjadi pada duel Barack Obama dengan John McCain pada 2008 silam dan pertarungan Donald Trump dengan Hillary Clinton 2016 silam.

Pasar tidak begitu reaktif pada pertandingan antara Obama dengan Mitt Romney pada 2008 lalu.

Tidak reaktifnya pasar pada duel Obama-Romney karena Obama yang kala itu sedang berjuang memperpanjang masa jabatannya menjadi 2 periode datang ke ring debat dengan kepercayaan diri yang tinggi sebab berbagai polling mengunggulkan dirinya.

Tercatat kala itu sebelum memasuki podium debat, Obama unggul di survey para pemilih sebanyak 6%, sehingga para pelaku pasar yakin Obama akan mampu menang pada November 2012 sehingga meminimalisir ketidakpastian.

Pada duel debat kepresidenan antara Trump-Hillary, kala itu Trump masih menjadi pebisnis, melawan eks senator AS Hillary Clinton dari Demokrat, pasar juga dipenuhi dengan ketidakpastian.

Meskipun secara polling Clinton unggul, para pelaku pasar menganggap Donald Trump dengan gayanya yang eksentrik bisa menjadi Kuda Hitam pada pertandingan kepresidenan tahun itu.

Pada debat kepresidenan sendiri berlangsung ricuh ala Trump.

Warga AS, barangkali publik Indonesia yang mengikuti pilpres AS, tentu masih ingat beberapa peristiwa. Misalnya, ketika Clinton yang berpendapat bahwa Trump tidak layak menjadi presiden akan tetapi langsung disanggah Trump yang mengatakan "(Karena bila saya menjadi presiden), kamu akan masuk penjara."

Dalam 3 debat kepresidenan, debat kedua dilangsungkan pada akhir pekan sehingga pasar sedang libur, sedangkan dua debat lainnya berakhir dengan Dow Futures yang bergerak liar terkoreksi 0,97%.

Koreksi itu berimbas pada IHSG yang anjlok 0,68% di saat yang sama dan pada debat ketiga Dow Futures terjadi kenaikan 0,34% akan tetapi bursa lokal terkoreksi 0,38%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading