Bursa Asia Hijau Lho, Cuma Nikkei & IHSG yang Gak Ikutan

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
30 September 2020 11:20
A woman walks by an electronic stock board of a securities firm in Tokyo, Monday, Dec. 2, 2019. Asian stock markets have risen after Chinese factory activity improved ahead of a possible U.S. tariff hike on Chinese imports. Benchmarks in Shanghai, Tokyo and Hong Kong advanced. (AP Photo/Koji Sasahara)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Asia pada pukul 11:00 WIB, Rabu ini (30/9/2020), mayoritas masih bergerak di zona hijau, kecuali indeks Nikkei Jepang dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Data perdagangan mencatat, indeks Nikkei melemah 0,79%, Hang Seng Hong Kong melesat 1,18%, indeks Shanghai di China terapresiasi 0,45% dan STI Singapura menguat 0,28%.

Sedangkan indeks KOSPI Korea Selatan hari ini hingga Jumat (2/10/2020) libur memperingati hari Chusok atau festival bulan purnama.


Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pukul 11:00 WIB melemah 0,50% ke level 4.854,70. Pada pembukaan hari ini, IHSG dibuka menguat 0,36% ke level 4.896,43.

Pada pagi hari ini, China merilis data purchasing managers' index (PMI) pada September 2020. Tercatat indeks PMI Manufaktur China September 2020 sebesar 51,5, naik 0,5 poin dari sebelumnya di angka 51.

Sedangkan indeks PMI non-manufaktur China Pada September 2020 sebesar 55,9 atau naik 0,7 poin dari sebelumnya di angka 55,2. Hal ini mengindikasikan bahwa perekonomian China mulai membaik.

Positifnya angka PMI manufaktur dan non-manufaktur China membuat indeks Negara Panda, Shanghai Composite menguat pada hari ini.

Beralih ke bursa efek acuan dunia negeri Paman Sam, Wall Street ditutup memerah pada penutupan dini hari tadi (30/9/20). 

Tercatat indeks Dow Jones terdepresiasi 0,48%, S&P 200 turun 0,49%, sedangkan Nasdaq anjlok 0,29% setelah meningkatnya kasus corona (Covid-19) kembali membuat takut para pelaku pasar.

Gubernur New York, Andrew Cuomo mengatakan negara bagian-nya kembali memperlihatkan tren kenaikan angka positivity rate dan walikota New York City, Bill de Blasio mengatakan persentase kasus positif dari jumlah tes mencapai angka 3%, pertama kali dalam sebulan terakhir.

Sektor finansial yang kemarin melesat, kembali terkoreksi setelah investor ketakutan dan melarikan dananya karena kenaikan kasus Covid-19 berarti prospek pemulihan ekonomi akan semakin kabur.

Sektor maskapai penerbangan juga menjadi salah satu sektor yang sangat terdampak hari ini setelah pasar kembali menilai bahwa kongres akan kesulitan dalam menyetujui anggaran paket bantuan sebesar US$ 2,4 juta yang diajukan.

Paket ini sendiri akan memberikan bantuan subsidi pengangguran, suntikan dana langsung ke rumah tangga, hutang kepada bisnis-bisnis kecil, dan bantuan terhadap sektor penerbangan yang terpukul parah pasca diserang pandemi Covid-19.

Adapun sentimen utama pada perdagangan hari ini tentunya datang dari debat pertama presiden AS Donald Trump melawan kandidat presiden dari partai Demokrat yakni Joe Biden dalam debat pertama dari tiga debat menuju kursi presiden. Pemilu di AS sendiri tinggal 36 hari lagi.

Debat pertama ini akan menjawab pandangan kedua calon terhadap kebijakan mengenai kesehatan di tengah pandemi Covid-19 dan terkait kekacauan keamanan negara akibat isu diskriminasi ras dan imigrasi.

Trump juga mungkin akan mendapat pertanyaan mengenai pajaknya setelah media The New York Times merilis berita yang mengejutkan pada Minggu (27/9/20) yang menunjukkan bahwa selama 2 dekade presiden AS tersebut tidak membayar pajak dan hanya membayar US$ 750 ketika terpilih menjadi presiden.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sambut Happy Weekend, Bursa Asia Ijo Royo-royo Gaes!


(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading