Duh Gusti! Saham Farmasi Gerak Liar Lagi, Harus Gimana?

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
28 September 2020 10:27
Presiden Joko Widodo tiba di PT Bio Farma (Persero) Bandung untuk meninjau fasilitas produksi dan pengemasan Vaksin COVID-19, Selasa 11 Agustus 2020 pukul 09.45 WIB. (Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham dua anak usaha Bio Farma, PT Indofarma Tbk (INAF) dan PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan saham-saham farmasi lainnya melesat pada perdagangan pagi hari ini, Senin (28/9/2020).

Kenaikan ini setelah kabar dari media China CGTV yang mengklaim sepihak bahwa kandidat vaksin corona Sinovac telah lolos uji coba WHO dan siap edar awal tahun depan.


Pergerakan Saham Farmasi di Sesi I, Senin 28 Sept

Harga saham INAF melesat 8,93% ke level harga Rp 3.170/unit sedangkan KAEF terbang 9,72% ke level harga Rp 3.160/unit.

Porsi kepemilikan saham PT Bio Farma di saham KAEF sebesar 90,03% dan sisanya 9,97% publik, sedangkan kepemilikan PT Bio Farma di saham INAF adalah sebesar 80,68%, 13,91% dimiliki oleh PT Asabri (Persero), sisanya 5,4% dimiliki oleh publik.

Sedangkan cucu usaha Bio Farma yakni PT Phapros Tbk (PEHA) juga melesat 9,93% di harga Rp 1.605/unit.

Untuk saham farmasi berkapitalisasi pasar terbesar di bursa yakni PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) turun 1,58% di angka Rp 1.555/unit.

Meskipun saham-saham farmasi melesat, namun emiten jarum suntik PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) malah terkoreksi sahamnya 1,90% di anga Rp 775/unit

Sentimen kuat bagi saham-saham farmasi ialah berita soal media China yang mengklaim WHO sudah menyetujui vaksin buatan negara itu.

Bahkan, media resmi negara itu CGTV memuat headline "Vaksin Covid-19 China terbukti berhasil dalam uji coba klinis: WHO".

Media itu mengambil potongan pernyataan konferensi pers dari seorang petinggi WHO Soumya Swaminathan, kepala ilmuwan WHO.

Dalam laporan media itu Swaminathan dikutip mengatakan bahwa WHO akan membantu mendistribusikan vaksin.

"Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bekerja untuk memastikan akses yang adil terhadap vaksin Covid-19 secara global, percaya bahwa ini adalah cara tercepat untuk mengakhiri pandemi dan mempercepat pemulihan ekonomi global." kata Swaminathan, sebagaimana dilaporkan CGTV, Rabu (23/9/2020).

"Vaksin China dapat membantu mewujudkan tujuan itu dalam waktu dekat karena beberapa vaksin telah terbukti berhasil dalam uji klinis."

Sementara itu, dari cuplikan video yang dimuat di media itu, Swaminathan dikutip menyatakan bahwa China memiliki sejumlah vaksin corona yang terbukti sukses dalam uji klinis.

"Mereka juga memiliki program pengembangan vaksin yang sangat aktif dan beberapa kandidat vaksin mereka sedang dalam tahap uji klinis lanjutan. Inilah yang menarik bagi kami.

"Kami mengikuti mereka dengan sangat cermat. Beberapa dari kandidat [vaksin] mereka benar-benar terbukti berhasil dalam uji klinis yang sedang berlangsung." katanya dalam video berdurasi 22 detik itu.

Tim CNBC Indonesia telah menghubungi WHO terkait hal ini, namun belum mendapat respons.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading