Rights Issue Kelar, Medco Energi Raih Rp 1,79 T

Market - Wilda Asmarini, CNBC Indonesia
25 September 2020 14:55
Hilmi Panigoro/Wahyu Daniel/CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten migas yang dikendalikan taipan Arifin Panigoro, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mengumumkan bahwa perseroan telah berhasil melakukan penutupan periode perdagangan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue tahun 2020.

Hilmi Panigoro, Presiden Direktur Medco Energi, mengatakan pemesanan awal telah diterima dari dari 98% pemegang saham, di mana terdapat kelebihan permintaan sebesar 43%.

Dana sebesar Rp 1,785 triliun atau sekitar US$ 122 juta akan digunakan untuk kebutuhan umum dan modal kerja perseroan.


"Saya ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemegang saham, investor, regulator, dan pemangku kepentingan lain atas kepercayaan dan keyakinan terhadap rencana bisnis perusahaan. Di mana kami terus membangun nilai pemegang saham," katanya, dalam siaran pers perusahaan, Jumat (25/9/2020).

Dia mengatakan, penetapan harga HMETD memungkinkan pemegang saham mendapatkan manfaat dari keberhasilan perseroan dan telah memperkuat struktur permodalan Medco Energi menghadapi masa ketidakpastian yang terus masih berlanjut.

Medco sebelumnya menggelar penawaran saham baru sebanyak 7.141.951.545 saham baru, berkurang dari jumlah awal sebanyak 7,5 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp 250/saham, sehingga dana yang terkumpul mencapai Rp 1,785 triliun.

HMETD tersebut dicatatkan pada 14 September 2020 dengan masa perdagangan HMETD 14-18 September 2020. HMETD tersebut diperdagangkan dengan kode MEDC-R.

Berdasarkan prospektus awal, jumlah saham baru yang akan terbitkan (maksimal 7,5 miliar saham) itu setara 41,85% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Setelah rights issue, jumlah saham beredar perseroan menjadi 25,06 miliar saham atau tepatnya 25.062.414.682 saham setelah adanya saham tambahan per 23 September yakni 125.964.104 saham.

Dari sisi pembeli saham baru, PT Medco Daya Abadi Lestari sebagai pengendali 50% saham MEDC menyerap 3,58 miliar saham baru atau setara Rp 895,98 miliar.

Adapun Diamond Bridge Pte Ltd sebagai pemegang 21,38% saham Medco mengambil 1,53 miliar saham baru atau setara Rp 383,06 miliar.

"Dana hasil PUT III, setelah dikurangi biaya-biaya emisi saham, akan digunakan untuk modal kerja Perseroan dan/atau anak perusahaan Perseroan," tulis manajemen dalam prospektus perusahaan.

Beberapa anak usaha yakni Medco E&P Natuna Ltd, PT Medco E&P Tomori Sulawesi, PT Medco E&P Indonesia, dan PT Medco E&P Rimau.

Lainnya adalah PT Medco E&P Malaka, PT Medco E&P Lematang, PT Medco E&P Tarakan, Medco Energi Bangkanai Ltd, Medco Energi Sampang Pty Ltd dan Ophir Indonesia (Madura Offshore) Pty Ltd.

Sepanjang tahun lalu, MEDC mencatatkan penjualan bersih mencapai US$ 1,44 miliar atau setara dengan Rp 21 triliun (asumsi kurs Rp 14.000/US$, dari 2018 yakni US$ 1,22 miliar atau Rp 17 triliun. MEDC mengalami rugi bersih US$ 13,53 juta atau Rp 189 miliar dari sebelumnya rugi bersih US$ 28,37 juta.

Dalam program Squawk Box CNBC Indonesia (24/4/2020) Direktur Utama Medco Energi, Hilmi Panigoro, mengatakan anjloknya harga minyak telah memberi dampak pada penurunan kinerja dan pendapatan perusahaan, sehingga langkah penundaan ekspansi dan beberapa proyek dinilai perlu untuk memperkecil dampak negatif dari anjloknya harga minyak tersebut.

Hilmi mengatakan saat ini perseroan tengah fokus bertahan di tengah ketidakpastian harga minyak akibat pandemi Covid-19, dibanding meneruskan rencana ekspansi perseroan. Menurutnya, dalam situasi ini perseroan dituntut untuk konservatif.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading