Mayoritas Bursa Asia Hijau, tapi Hang Seng Masih Merah!

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
25 September 2020 13:45
People walk by an electronic stock board of a securities firm in Tokyo, Tuesday, Dec. 3, 2019. Asian shares slipped Tuesday, following a drop on Wall Street amid pessimism over U.S.-China trade tensions. (AP Photo/Koji Sasahara)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Asia masih bergerak variatif pada perdagangan Jumat akhir pekan ini (25/9/2020) seiring dengan sentimen dari pasar global terkait dengan vaksin Covid-19.

Pergerakan bursa saham Asia pada pukul 11:00 WIB masih bergerak di zona hijau. Namun tidak untuk indeks di Hong Kong dan China, di mana pada pukul 11:00, indeks utama di kedua negara tersebut bergerak ke zona merah.

Pada pukul 11:00 WIB, tercatat indeks Nikkei Jepang menguat 0,35%, Hang Seng Hong Kong melemah 0,20%, disusul indeks Shanghai di China yang juga melemah 0,24%, STI Singapura terapresiasi 0,51% dan KOSPI dari Korea Selatan yang naik 0,62 %.


Pada pukul 13.29 WIB, Nikkei masih naik 0,51%, Hang Seng merah 0,55%, dan Shanghai naik 0,07%. STI Singapura juga naik 0,6%.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menguat 1,45% pada perdagangan sesi II ini di posisi 4.912,55 dengan nilai transaksi Rp 4,24 triliun.

Pergerakan bursa Asia yang akhirnya menghijau pada hari ini diakibatkan dari bursa Amerika Serikat (AS), Wall Street yang kemarin ditutup menguat cenderung tipis.

Data perdagangan mencatat, indeks Dow Jones di awal perdagangan menguat lebih dari 300 poin, sebelum berbalik melemah 226 poin. Di akhir perdagangan dini hari (Jumat pagi waktu Indonesia), Dow Jones berhasil menguat 52,31 poin atau 0,2% ke 26.815,44. Indeks S&P 500 menguat 0,3% ke 3.246,49, dan Nasdaq naik 0,4% ke 10.672,27.

Beberapa data ekonomi yang dirilis di AS juga mempengaruhi pergerakan Wall Street. Klaim tunjangan pengangguran dilaporkan sebanyak 870 ribu orang dalam sepekan yang berakhir 19 September, lebih banyak dari estimasi Dow Jones 850 ribu klaim.

Sementara itu penjualan rumah baru dilaporkan lebih dari 1 juta unit di bulan Agustus, lebih banyak dari estimasi ekonom yang disurvei Dow Jones sebanyak 898 ribu unit. Data yang bervariasi tersebut turut memicu pergerakan liar Wall Street kemarin.

"Investor memperhatikan seperti apa pemulihan ekonomi dalam beberapa bulan ke depan. Beberapa bagian ekonomi bekerja dengan baik, tetapi beberapa sektor juga kembali melambat," kata Megan Horneman, direktur strategi portofolio di Verdence Capital Advisors, sebagaimana dilansir CNBC International.

Selain itu, kabar dari kelanjutan vaksin Covid-19 juga turut membuat bursa Asia menghijau.

Sebelumnya, Kepala ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Soumya Swaminathan mengatakan vaksin virus corona (Covid-19) buatan China telah terbukti berhasil dalam uji klinis.

Untuk itu, WHO akan memastikan vaksin dapat didistribusikan secara merata ke semua penjuru dunia.

"WHO bekerja untuk memastikan akses yang adil terhadap vaksin Covid-19 secara global, percaya bahwa ini adalah cara tercepat untuk mengakhiri pandemi dan mempercepat pemulihan ekonomi global. Vaksin China dapat membantu mewujudkan tujuan itu dalam waktu dekat karena beberapa vaksin telah terbukti berhasil dalam uji klinis," kata Swaminathan, dilaporkan televisi China CGTN, dikutip Jumat (25/9/2020).

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sambut Happy Weekend, Bursa Asia Ijo Royo-royo Gaes!


(chd/chd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading