IHSG Jeblok, Saham-saham Ini Malah Cuan 20% Lebih

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
25 September 2020 06:20
Ilutrasi Bursa. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis kemarin (24/9/20) ditutup ambles 1,53% di level 4.842,75. Indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) ini sempat menyentuh level terendah harian di posisi 4.820.

Sentimen pelemahan indeks acuan BEI ini terjadi di tengah rilis data global yang kurang positif sehingga memberikan sinyal pemulihan ekonomi akan lebih lambat dari perkiraan.

Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp 508,29 miliar di pasar reguler dengan nilai transaksi hari ini menyentuh Rp 5,8 triliun.


Total net sell di pasar reguler dan nego serta tunai mencapai Rp 498,35 miliar karena sebetulnya terjadi net buy di pasar nego dan tunai Rp 9,94 miliar.

Saham yang paling banyak dilego asing adalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dengan jual bersih sebesar Rp 70 miliar dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang mencatatkan net sell sebesar Rp 127 miliar.

Sementara itu saham yang paling banyak di koleksi asing adalah PT Astra Internasional Tbk (ASII) dengan beli bersih sebesar Rp 22 miliar dan PT United Tractors Tbk (UNTR) dengan net buy sebesar Rp 21 miliar.

Dengan demikian dalam sepekan IHSG minus 3,88%, sebulan turun 9,84% dan year to date atau tahun berjalan terkoreksi hingga 23,13%.

Meski IHSG masih ambles, tapi setidaknya ada 5 saham top gainers pada Kamis kemarin, berikut datanya.

Top Gainers Kamis 24 September

1. PT Bima Sakti Pertiwi Tbk (PAMG)

Saham PAMG ditutup meroket 24,32% di level Rp 92% saham dengan nilai transaksi Rp 10,02 miliar dan volume perdagangan 115,3 juta saham. Emiten properti asal Riau ini resmi melantai di BEI pada Jumat (5/7/2019) Rp 100/saham. Dalam sepekan terakhir saham PAMG naik 13,58%, sebulan melesat 41,54% dan year to date naik 37%.

2. PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE)

Saham FIRE melesat 23,46% di level Rp 200/saham dengan nilai transaksi perdagangan Rp 42,87 miliar dan volume perdagangan 238,63 juta saham. Alfa Energi adalah perusahaan perdagangan yang berfokus pada sumber daya alam terutama di sektor batu bara. Alfa Energi juga berencana memasuki bisnis listrik melalui anak perusahaannya Alfa Daya Energi.

3. PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS)

Saham BOSS naik 13,58% di posisi Rp 92/saham dengan nilai transaksi Rp 2,19 miliar dan volume perdagangan 25,32 juta saham. BOSS bergerak di bidang pertambangan batu bara berkalori tinggi. Salah satu tambangnya di Muara Pahu, Kutai Barat, Kalimantan Timur, dikelola anak usahanya PT Bangun Olah Sarana Sukses (BOS).

4. PT Dewata Freightinternational Tbk (DEAL)

Saham DEAL naik ke level Rp 160/saham atau 13,48%, dengan nilai transaksi Rp 57,74 miliar dan volume perdagangan 371,51 juta saham. Dewata adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengurusan transportasi (freight forwarding), termasuk via angkutan darat, laut dan udara. Perusahaan juga menjalankan kegiatan usaha pengangkutan, ekspor/impor dan domestic forwarding. DEAL IPO pada 9 November 2018 di harga perdana Rp 150/saham.

5. PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT)

Saham CENT naik 10% di posisi Rp 143/saham dengan nilai transaksi Rp 13,03 miliar dan volume perdagangan 91,22 juta saham. CENT adalah perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan dan pemeliharaan infrastruktur menara telekomunikasi, dahulu bernama PT Centrin Online Tbk) yang bergerak dalam bidang telekomunikasi, dan multimedia.

Pada perdagangan Kamis kemarin, bursa Asia kompak merah pada penutupan.

Nikkei di Jepang terdepresiasi 1,11%, Hang Seng Index di Hong Kong turun 1,82%, sedangkan Indeks STI di Singapura terdepresiasi 1,2%.

Pembahasan stimulus fiskal di AS masih belum ada titik terang di parlemen (Kongres) AS. Bos The Fed, Jerome Powell bahkan mengatakan stimulus fiskal diperlukan untuk segera membangkitkan perekonomian AS.

"Kita sudah bangkit cukup cepat, dan itu bagus. Tetapi jalan masih panjang. Jadi, saya ingin mengatakan kita perlu bersama-sama, kita semua. Pemulihan ekonomi akan berjalan lebih cepat jika mendapat dukungan dari Kongres dan The Fed," kata Powell di hadapan House of Representatives Select Subcommittee, Rabu pagi waktu setempat.

Sentimen negatif selanjutnya datang dari perkembangan vaksin virus corona buatan AstraZenecaUji klinis tahap akhir vaksin yang disebut AZD1222 tersebut masih belum bisa dilanjutkan di AS.

Kabar buruk lainnya datang dari Eropa, di tengah peningkatan kasus Covid-19, aktivitas bisnis (manufaktur dan jasa) kembali menyusut.

IHS Markit melaporkan purchasing managers' index (PMI) gabungan jasa dan manufaktur bulan September untuk zona euro sebesar 50,1, turun tajam dari bulan Agustus sebesar 51,9.

PMI menggunakan angka 50 sebagai ambang batas, di bawahnya berarti kontraksi, sementara di atasnya artinya ekspansi.


(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading