Perusahaan Crazy Rich Martua Sitorus Mau IPO di China Rp 30 T

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
24 September 2020 11:50
Martua Sitorus. (Dok. Forbes.com)

Jakarta, CNBC Indonesia - Grup perusahaan agribisnis milik miliarder Asia, Martua Sitotus dan Kuok Khoon Hong, Wilmar International Limited yang tercatat di Bursa Singapura tengah mempersiapkan anak usahanya untuk melepas saham perdana (initial public offering/IPO) di Bursa China.

Anak usaha yang dimaksud yakni Yihai Kerry Arawana (YKA). Perusahaan tersebut berencana membidik dana IPO sebesar 13,9 miliar yuan atau setara US$ 2,06 miliar atau Rp 30,49 triliun dalam penawaran umum perdana.

Mengacu dokumen yang disebutkan Reuters, harga saham perdana YKA akan ditetapkan pada harga 25,70 yuan per saham atau Rp 56.000/saham (kurs Rp 2.182/yuan).


Martua adalah salah satu orang terkaya di Indonesia dan Asia. Kekayaan bersihnya dihitung oleh Forbes pada awal September ini mencapai US$ 1,9 miliar atau Rp 28 triliun (kurs Rp 14.800/US$).

Bersama Kuok Khoon Hong yang juga crazy rich, dia mendirikan Wilmar pada 1991. Sitorus mundur dari dewan direksi perusahaan perdagangan sawit terbesar di dunia itu pada Juli 2018.

Sebelumnya dia bermitra dengan Ciputra Grup untuk membangun Gama Land, proyek 15 menara apartemen di Jakarta.

Manajemen Wilmar mengungkapkan, untuk IPO ini, sudah ada beberapa investor strategis yang terdiri dari dana milik negara, sovereign wealth fund (SWF), dan perusahaan asuransi telah mengalokasikan dana untuk membeli 30% saham IPO YKA.

Beberapa di antaranya SWF milik pemerintah Singapore yakni GIC, China Life Insurance Co Ltd, China Structural Reform Fund, dan Rongze Investment Company dan 20 investor strategis lainnya yang disebutkan oleh perusahaan.

Hanya saja, manajemen mengungkapkan, meskipun pencatatan saham akan dilakukan pada pertengahan Oktober 2020, tapi tidak ada kepastian bahwa rencana itu akan dilanjutkan karena masih tergantung pada kondisi pasar yang berlaku.

Situs resmi mencatat, Yihai Kerry adalah anak perusahaan Wilmar yang didirikan di China Daratan. Perusahaan ini didirikan berawal dari seorang tokoh patriorik China dan keponakannya Kuok Khoon Hong (mitra Sitorus) yang mulai melakukan investasi bisnis di wilayah tersebut.

Yihai Kerry Arawana Holdings Co., Ltd. adalah entitas inti dari Yihai Kerry.

Wilmar adalah grup agribisnis di Asia yang telah terdaftar di Bursa Efek Singapura sejak tahun 2006, dan menduduki peringkat ke-258 dalam daftar Fortune Global 500 pada tahun 2019.

Ruang lingkup bisnis Wilmar meliputi industri kelapa sawit hijau, penghancuran biji minyak, penyulingan minyak nabati, penggilingan dan pemurnian gula, pembuatan lemak khusus, oleokimia, biodiesel dan pupuk, pengolahan biji-bijian, dan lainnya.

Adapun siaran pers Yihai Kerry menyebutkan perseroan telah menginvestasikan lebih dari 30 miliar yuan atau Rp 64 triliun di China, dan memiliki sekitar 30.000 karyawan, lebih dari 70 basis produksi di 26 provinsi, dan lebih dari 100 unit produksi.

Perusahaan terlibat dalam industri seperti penghancuran oilseed, penyulingan minyak nabati, lemak khusus, oleokimia, pemrosesan jagung, gandum dan kedelai, pemrosesan berkelanjutan beras, makanan dan minuman, biji-bijian dan teknologi yang berkaitan dengan minyak.

Bisnis Wilmar ada tersebar di 900 pabrik di lebih dari 30 negara dan jaringan distribusi yang luas yang mencakup 50 negara termasuk China, India, Rusia, AS, Australia, Ghana, dan lainnya.

Semester I-2020, Wilmar melaporkan peningkatan laba bersih sebesar 50% menjadi US$ 610,9 juta atau Rp 9 triliun dari periode yang sama tahun lalu US$ 407,9 juta.

Adapun di luar kerugian dari item non-operasional, laba bersih inti untuk semester I-2020 meningkat 49% menjadi US$ 635,9 juta dari periode yang sama tahun lalu US$ 427,1 juta.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading