10 Tahun Tak Bagi Dividen, Ini Penjelasan Emiten Fitria Yusuf

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
18 September 2020 16:45
Instagram: fitriayusuf_official

Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen emiten pengelola jalan tol dan infrastruktur, PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) memberi jawaban atas pertanyaan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait dengan alasan perseroan tidak pernah membagikan dividen selama 10 tahun terakhir, padahal selalu membukukan laba bersih setiap tahun.

Dalam dokumen jawaban CMNP kepada BEI, Indah Dahlia Lavie, Corporate Secretary CMNP, menjelaskan alasan perseroan tidak pernah membagikan dividen dalam beberapa tahun terakhir.

Perseroan, katanya, bergerak dalam industri jalan tol yang membutuhkan investasi cukup besar dan tingkat pengembalian yang lama.


"Dalam kurun waktu beberapa tahun ini, perseroan sedang mengembangkan beberapa proyek jalan tol seperti ruas Jalan Tol Desari, ruas Jalan Tol Soreang - Pasir Koja, dan ruas Jalan Tol Cisumdawu serta HBR2 yang membutuhkan dana investasi cukup besar," kata Indah, dalam suratnya, dikutip Jumat (18/9/2020).

Dia menjelaskan, dengan adanya pengembangan jalan tol tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah dan memberikan kesejahteraan kepada stakeholders atau para pemegang saham.

Dividen CMNPFoto: Dividen CMNP
Dividen CMNP

Berdasarkan data yang disajikan dalam dokumen itu tercatat, terakhir kali emiten yang dipimpin oleh pebisnis dan sosialita Fitria Yusuf ini tercatat membagikan dividen pada 2016 sebesar 595.831.946 saham dengan rasio pembayaran dividen 9:2. 

Tahun 2013, juga dilakukan pembagian dividen tunai dari CMNP, yaitu senilai Rp 22 miliar dengan rasio pembayaran dividen 5,47% dan 2012 senilai Rp 22 miliar dengan rasio 5,17%.

Rasio dividen pernah tertinggi yakni tahun 1994 sebesar Rp 26,25 miliar atau sebesar 43,17% dari laba bersih.

Pemegang saham emiten milik keluarga Yusuf Hamka ini, saat ini yakni BP2S Singapore/ BNP Paribas Singapore Branch Wealth Management 54,75%, Fitria Yusuf 4,425%, Feisal Hamka 4,97%, Farid Hamka 4,97%, dan investor publik 30,89%.

Indah mengatakan, dengan adanya pandemi Covid-19 memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap pendapatan tol perseroan. Pendapatan tol pada kuartal I turun 10,21% dibandingkan dengan target perseroan di Q1-2020, demikian pula pendapatan tol di Q2-2020 juga turun 31,21% dari target.

"Saat ini, perseroan berada dalam posisi kelima di industri bisnis jalan tol, hal tersebut bisa dilihat dari total jalan tol perseroan sepanjang 142,95 km," jelas Indah.

Dia mengatakan, dibandingkan perusahaan lain, perseroan memiliki keunggulan berupa tenaga ahli yang berpengalaman di bidang jalan tol.

Tak hanya itu, perseroan juga berpengalaman dalam mengoperasikan jalan tol di kawasan metropolitan seperti Greater Jakarta, Greater Bandung, dan Greater Surabaya.

Perseroan juga dalam proses penambahan modal via penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue dan penerbitan waran seri I. Dana yang diincar dari aksi korporasi penambahan modal ini mencapai Rp 3,168 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading