Garap UMKM, Mandiri Salurkan Dana Titipan Sri Mulyani Rp 32 T

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
17 September 2020 13:53
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi (Tangkapan Layar Webinar) Foto: Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi (Tangkapan Layar Webinar)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perbankan BUMN, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyebutkan perseroan mampu menyelesaikan penyaluran kredit dari deposito yang ditempatkan oleh pemerintah mencapai Rp 32 triliun. Kredit tersebut sudah disalurkan kepada 78.759 debitur.

Pt Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi mengatakan dana tersebut mayoritas diberikan kepada UMKM yakni sebanyak 78.728 debitur dan sisanya 31 debitur merupakan nasabah non UMKM.

"Penempatan dana pemerintah yang Rp 10 triliun, pencairan sampai saat ini Rp 32 triliun jumlah debitur 78.759 debitur. Rata-rata 6,8% dari penempatan itu bunganya," kata Hery dalam rapat dengan Komisi XI DPR RI, Kamis (17/9/2020).


Kendati debitur UMKM jumlahnya lebih tinggi, namun jumlah kredit yang disalurkan senilai Rp 13,5 triliun. Sedangkan kepada sektor non-UMKM nilai yang diberikan lebih tinggi mencapai Rp 18,5 triliun.

Kredit ini disalurkan kepada sektor-sektor seperti pengolahan, perdagangan, pertanian dan kehutanan serta konstruksi.

Secara wilayah, dana ini paling banyak disalurkan di Pulau Jawa senilai Rp 22,47 triliun, lalu di Sumatera sebesar Rp 5,27 triliun dan Kalimantan Rp 1,80 triliun.

Berikutnya di Sulawesi dan Maluku senilai Rp 1,29 triliun, Bali dan Nusa Tenggara Rp 878 miliar serta di Papua senilai Rp 268 miliar.

Bank Mandiri mendapat penempatan dana Rp10 triliun pada 25 Juni lalu. Emiten berkode saham BMRI tersebut berkomitmen untuk me-leverage tiga kali menjadi Rp 30 triliun selama 3 bulan. Artinya penyaluran tersebut sudah melebihi target.

Pemerintah telah menempatkan dana sebesar Rp 30 triliun yang telah ditempatkan pada Himpunan Bank Negara (Himbara).

Selain Bank Mandiri mendapatkan porsi Rp 10 triliun, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga mendapatkan Rp 10 triliun, sementara PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 5 triliun, dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) sebesar Rp 5 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading