Tunggu Kabar MH Thamrin, Cek Dulu Saham Potensi Cuan Hari Ini

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
17 September 2020 08:30
Laju bursa saham domestik langsung tertekan dalam pada perdagangan hari ini, Kamis (10/9/2020) usai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan akan memberlakukan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai Senin pekan depan.

Sontak, investor di pasar saham bereaksi negatif. Indeks Harga Saham Gabungan anjlok lebih dari 4% ke level 4.920,61 poin. Investor asing mencatatkan aksi jual bersih Rp 430,47 miliar sampai dengan pukul 10.18 WIB.  (CNBC Indonesia/ Tri Susilo) Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu kemarin (16/9/20) ditutup di zona merah dengan depresiasi 0,83% di level 5.058,48.

Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp 983 miliar di pasar reguler dengan nilai transaksi menyentuh Rp 6,5 triliun.

Bank Indonesia (BI) bakal mengumumkan kebijakannya terkait suku bunga hari ini. Bank sentral nasional tersebut diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya.


Tekanan yang dialami rupiah sejak awal kuartal III-2020 membuat otoritas moneter yang bermarkas di MH Thamrin ini dinilai agak sulit menurunkan BI 7 Day Reverse Repo Rate, meski perekonomian Indonesia tengah di bibir jurang resesi.

Konsensus yang dihimpun oleh CNBC Indonesia memperkirakan BI akan tetap menahan suku bunga acuannya di angka 4%

Bank sentral AS, The Fed, juga sudah mengumumkan kebijakan dini hari tadi, hasilnya membuat bursa saham AS (Wall Street) volatil, sempat menguat sebelum berakhir melemah untuk indeks S&P 500 (-0,46%) dan Nasdaq (-1,25%), sementara Dow Jones menguat 0,13%.

The Fed menyatakan masih akan mempertahankan suku bunga di dekat 0% hingga tahun 2023 nanti. Bos The Fed, Jerome Powell, juga optimistis terhadap pemulihan ekonomi AS, bahkan tingkat pengangguran sudah turun lebih cepat dari prediksi The Fed.

Untuk perdagangan hari ini Kamis (17/9/2020) berikut sentimen dan saham-saham yang direkomendasikan oleh beberapa sekuritas:

Samuel Sekuritas Indonesia - Volatilitas Pasar Masih Tinggi

IHSG gap up dan kini membentuk pola island yang bisa menjadi awal reversal. Belum ada sinyal akan break dari downtrend line di kisaran 5.200. Tetap waspada volatilitas market masih belum stabil.

Saham pilihan:

UNTR (buy)

JSMR (sell)

BBRI (sell)

BBNI (sell)

Reliance Sekuritas Indonesia - IHSG Masih Akan Menguat

IHSG bergerak melemah namun masih tertahan pada moving average 5 hari secara teknikal memberikan signal pergerakan yang masih cenderung kuat bertahan di atas zona psikologis 5.000. Indikator Stochastic dan RSI menjenuh pada momentum bullish sehingga diperkirakan secara teknikal IHSG berpotensi bergerak mixed mencoba kembali bergerak pada zona positif

Saham pilihan:

AKRA

ASII

ANTM

BBTN

Artha Sekuritas - Investor Khawatir Jumlah Kasus Covid

IHSG diprediksi melemah. Secara teknikal stochastic bergerak membentuk dead cross pertanda melanjutkan trend pelemahan. Pergerakan akan dipengaruhi kekhawatiran akan tingginya kasus Covid-19 dari dalam negeri yang menembus rekor baru. Pergerakan diperkirakan akan cenderung terbatas menjelang penetapan suku bunga Bank Indonesia dan The Fed.

Saham pilihan:

MEDC

EXCL

TOWR

MNC Sekuritas - Indeks Rentan Koreksi

IHSG masih rentan untuk melanjutkan koreksinya sekaligus menutup gap yang terdapat pada level 5.016-5.051. Setelahnya, selama IHSG tidak terkoreksi agresif ke bawah 5.016, maka IHSG masih berpeluang menguat dalam jangka pendek ke arah 5.130 terlebih dahulu. Tetap waspadai apabila IHSG terkoreksi agresif ke bawah 5.016 bahkan 4.753 untuk membentuk wave [v] pada skenario biru ke arah 4.500-4.650.

Saham pilihan:

BRPT

PGAS

AKRA


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading