Asing Borong 10 Saham Ini Saat IHSG Bonyok, Mau Ikutan?

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
17 September 2020 07:22
Kompetisi jual beli saham Oppo Stocks in Your Hand di Bursa Efek Indonesia, Senin (18/2/2019). kompetisi jual beli saham Oppo Stocks in Your Hand (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Ilustrasi saham (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu kemarin (16/9/20) ditutup di zona merah dengan depresiasi 0,83% di level 5.058,48.

Koreksi ini melanjutkan pelemahan 2 hari dari indeks acuan utama di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini. Dengan demikian, IHSG sudah minus 3,61% dalam sebulan terakhir, kendati dalam 3 bulan terakhir indeks masih cuan 4,20%.

Pada perdagangan Selasa, IHSG juga ditutup anjlok cukup dalam yakni sebesar 1,18% di level 5.100,86. Padahal sehari sebelumnya IHSG terbang 2,89% ke level 5.161,82 di awal pekan.


Tim Riset CNBC Indonesia menilai koreksi IHSG pada perdagangan Selasa dan Rabu kemarin bersamaan dengan sentimen adanya kontraksi impor Indonesia yang lebih buruk dari perkiraan pasar.

Ditambah lagi, data positif Covid-19 di Indonesia yang terus bertambah juga menjadi kekhawatiran pelaku pasar.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan angka impor Indonesia pada Agustus 2020 senilai US$ 10,74 miliar atau turun 24,2% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).

Penurunan impor mengindikasikan bahwa permintaan bahan baku dan barang modal untuk keperluan manufaktur di dalam negeri masih melemah, mengingat lebih dari 80% impor nasional merupakan impor barang non-konsumtif.

Adapun soal Covid-19, data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat, kasus baru Covid-19 pada Rabu (16/9/2020) bertambah 3.963 orang, sehingga totalnya menjadi 228.993 orang. Ini merupakan penambahan kasus tertinggi sejak penyakit ini mewabah.

Sontak kabar ini membuat investor asing melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp 983 miliar di pasar reguler dengan nilai transaksi menyentuh Rp 6,5 triliun.

Saham yang paling banyak dilego asing adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan jual bersih sebesar Rp 506 miliar dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang mencatatkan net sell sebesar Rp 83 miliar.

Sementara itu saham yang paling banyak dikoleksi asing adalah PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPS) dengan beli bersih sebesar Rp 10 miliar dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan net buy sebesar Rp 30 miliar.

Berikut lengkap saham-saham yang diborong asing, kendati IHSG melorot dalam 2 hari terakhir.

10 Saham Diborong Asing 16 September:

1. PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)

Asing membeli saham emiten telekomunikasi BUMN ini sebanyak Rp 33,19 miliar. Tapi harga saham TLKM minus 1,41% di level Rp 2.790/saham dengan nilai transaksi Rp 329,06 milar dan volume perdagangan 117,61 juta saham.

2. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)

Harga saham bank BUMN ini juga minus 0.44% di level Rp 5.650/saham, meski demikian asing masuk Rp 30,22 miliar. Nilai transaksi perdagangan BMRI sebesar Rp 251,17 miliar dan volume perdagangan 44,22 juta saham.

3. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON)

Saham emiten pengelola Gandaria City ini stagnan di level Rp 374/saham. Tapi asing masuk Rp 15,03 miliar, dengan nilai transaksi perdagangan Rp 38,75 miliar dan volume perdagangan 104,24 juta saham.

4. PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS)

Saham anak usaha Bank BTPN ini naik 0,89% di level Rp 3.410/saham, asing masuk Rp 10,02 miliar. Nilai transaksi perdagangan sebesar Rp 24,54 miliar dan volume perdagangan 7,23 juta saham.

5. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

Saham anak usaha Inalum ini dibeli asing Rp 9,97 miliar, tapi harga sahamnya minus 1,24% di level Rp 795/saham, dengan nilai transaksi Rp 32,27 miliar dan volume perdagangan 38,85 juta sahan.

6. PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP)

Saham emiten semen ini dibeli asing Rp 8,67 miliar, kendati harga sahamnya turun 0,22% di posisi Rp 11.375/saham. Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp 22,32 miliar dan volume perdagangan 1,96 juta saham.

7. PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP)

Saham emiten induk usaha bisnis keuangan Grup MNC ini diborong asing Rp 5,03 miliar. Harga sahamnya stagnan di level Rp 124/saham, dengan nilai transaksi Rp 5,05 miliar dan volume perdagangan 34,16 juta saham.

8. PT Vale Indonesia Tbk (INCO)

Saham emiten tambang mineral yang masuk Grup Inalum ini juga dibeli asing Rp 4,63 miliar. Harga sahamnya turun 0,51% di level Rp 3.930/saham, dengan nilai transaksi Rp 14,01 miliar dan volume perdagangan 3,57 juta saham.

9. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)

Saham emiten produsen Indomie ini naik 0,48% di level Rp 10.450/saham. Asing masuk 4,57 miliar, dengan nilai transaksi harian Rp 37,85 miliar dan volume perdagangan 3,62 juta saham.

10. PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN)

Asing membeli saham emiten media Grup MNC ini sebanyak Rp 4,3 miliar. Harga sahamnya turun 2,47% di level Rp 790/saham, dengan nilai transaksi Rp 39,19 miliar dan volume perdagangan 46,33 juta saham.

Sentimen pasar pada perdagangan Kamis ini yakni Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang berlangsung sejak Rabu dan Kamis ini.

Bank sentral nasional tersebut diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya. Tekanan yang dialami rupiah sejak awal kuartal III-2020 membuat otoritas moneter yang bermarkas di Jalan MH Thamrin ini agak sulit menurunkan BI 7 Day Reverse Repo Rate, meski perekonomian Indonesia tengah di bibir jurang resesi.

Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan suku bunga acuan bakal tetap bertahan di 4% dalam RDG bulan ini. Hal ini membuat pelaku pasar bertaruh bahwa pemulihan ekonomi bakal kian panjang karena otoritas moneter tak memberikan insentif tambahan.

Selanjutnya bursa di kawasan Asia terpantau bervariatif, Nikkei di Jepang terapresiasi 0,09%, Hang Seng Index di Hong Kong turun 0,03%, sedangkan Indeks STI di Singapura naik 0,78%.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading