Asing Obral Saham Terus, Bikin IHSG Galau di Sesi Pembukaan

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
16 September 2020 09:25
Laju bursa saham domestik langsung tertekan dalam pada perdagangan hari ini, Kamis (10/9/2020) usai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan akan memberlakukan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai Senin pekan depan.

Sontak, investor di pasar saham bereaksi negatif. Indeks Harga Saham Gabungan anjlok lebih dari 4% ke level 4.920,61 poin. Investor asing mencatatkan aksi jual bersih Rp 430,47 miliar sampai dengan pukul 10.18 WIB.  (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (15/9/20) dibuka di zona hijau dengan kenaikan 0,14% di level 5.108,12. Selang 12 menit IHSG tidak mampu berlaga di zona hijau dengan turun ke zona merah yakni 0,08% di level 5.096,65.

Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp 103 miliar di pasar reguler hari ini dengan nilai transaksi hari ini menyentuh Rp 797 miliar.

Saham yang paling banyak dilego asing hari ini adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan jual bersih sebesar Rp 54 miliar dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang mencatatkan net sell sebesar Rp 11 miliar.


Sementara itu saham yang paling banyak dikoleksi asing hari ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan beli bersih sebesar Rp 8 miliar dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan net buy sebesar Rp 5 miliar.

Selanjutnya bursa di kawasan Asia terpantau menghijau, Nikkei di Jepang terapresiasi 0,15%, Hang Seng Index di Hong Kong naik 0,09%, sedangkan Indeks STI di Singapura loncat 0,39%.

Beralih ke barat, dini hari tadi tiga indeks saham utama bursa New York kompak melenggang ke zona hijau. Wall Street dibuka hijau dan berhasil mempertahankan posisinya hingga penutupan.

Data perdagangan mencatat, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) mengalami apresiasi tipis sebesar 0,01 %. Pada saat yang sama indeks S&P 500 dan Nasdaq Composte masing-masing bertambah 0,5% dan 1,2%.

Sumringahnya kiblat bursa saham tersebut akibat adanya banjir sentimen positif. Wall Street mendapatkan energi penguatan dari China yang melaporkan kenaikan penjualan ritel pertama pada tahun ini sebesar 0,5% secara tahunan pada Agustus. Ini merupakan laporan kinerja positif pertama sepanjang 2020.

"Ini membuat China tetap berada di jalur pemulihan pertumbuhan [ekonomi] ke level sebelum virus merebak" kata Julian Evans-Pritchard, ekonom senior untuk China yang bekerja di Capital Economics".

"Penjualan ritel melampaui level 2019 untuk pertama kalinya sejak wabah COVID-19, sementara investasi dan pertumbuhan output terus menguat bulan lalu." ungkap Pritchard.

Sentimen positif juga datang dari kabar vaksin, di mana AstraZeneca melanjutkan kembali uji coba fase ketiga di Inggris sementara Direktur Utama Pfizer Albert Bourla menargetkan bisa menyajikan data kunci uji coba vaksinnya pada regulator selambat-lambatnya pada Oktober.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading