Harga Minyak Terjun Bebas, CPO pun Ikut Menukik ke Bawah

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
09 September 2020 12:42
A worker unloads oil palms at a plantation outside Kuala Lumpur January 29, 2007. REUTERS/Bazuki Muhammad

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga komoditas minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) melorot pada perdagangan siang hari ini Rabu (9/9/2020). Penurunan harga CPO ini mengekor pergerakan harga minyak nabati lain dan minyak mentah yang anjlok.

Pada 11.25 WIB, harga CPO untuk kontrak pengiriman November 2020 di Bursa Malaysia Derivatif Exchange turun 25 ringgit atau 0,87% ke RM 2.846/ton.


Harga minyak nabati substitusi CPO hari ini juga berguguran. Untuk kontrak minyak kedelai dan sawit di Bursa Komoditas Dalian masing-masing terkoreksi 0,76% dan 0,68%. Merosotnya harga minyak nabati juga mengikuti harga minyak mentah.

Semalam harga emas hitam itu anjlok lebih dari 5% untuk Brent dan lebih dari 7% untuk patokan AS yaitu West Texas Intermediate (WTI). Keputusan untuk menurunkan harga minyak akibat tanda-tanda pelemahan permintaan oleh Aramco berimbas ke harga kontrak futures. 

Harga minyak mentah baik Brent dan WTI yang kontraknya aktif diperdagangkan kini melorot ke bawah US$ 40/barel.

Harga minyak yang turun membuat minyak nabati terutama CPO menjadi kurang kompetitif dan ekonomis untuk pembuatan biodiesel sebagai bahan bakar pengganti minyak sehingga berpengaruh terhadap permintaannya.

Penurunan harga CPO juga dipicu oleh sentimen negatif seputar kenaikan output di bulan Agustus. Rilis data sawit Negeri Jiran akan dilakukan pada Kamis besok. 

Masuk akhir kuartal ketiga secara musiman produksi minyak sawit pada umumnya sedang tinggi-tingginya. Namun kemungkinan kenaikan produksinya tidak akan signifikan mengingat banyak faktor yang berpengaruh seperti cuaca kering berkepanjangan yang melanda Malaysia dan Indonesia sebagai produsen sawit terbesar dunia.

Di sisi lain adanya pembatasan mobilitas publik yang dilakukan pemerintah Malaysia untuk menekan angka penularan Covid-19 juga menimbulkan masalah baru di sektor agrikultur berupa kekurangan tenaga kerja. 

Survei yang dilakukan Reuters menunjukkan bahwa output diperkirakan naik 2% menjadi 1,84 juta ton. Selain data bulan Agustus, data ekspor 10 hari pertama bulan September Negeri Jiran juga dikabarkan akan rilis besok. 

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading