Taipan Prajogo Pangestu Buyback Saham Chandra Asri, Kenapa?

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
07 September 2020 11:53
Prajogo Pangestu. (Dok: Forbes)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mulai bergerak ke zona hijau, setelah pemiliknya Prajogo Pangestu menambah porsi kepemilikan saham. Pembelian saham TPIA ini dilakukan oleh orang terkaya kelima di Indonesia ini pada pekan lalu. 

Berdasarkan data BEI, Senin ini (7/9/2020), harga saham TPIA naik 1,1% ke level Rp 6.900/unit. Nilai transaksi saham ini tercatat cukup besar, senilai Rp 11,89 miliar. 

Pekan lalu, melalui siaran pers yang disampaikan perseroan, Prajogo Pangestu kembali menambah kepemilikan saham di Chandra Asri Petrochemical lewat mekanisme buyback (pembelian kembali) saham sebesar 6.813.400 saham atau setara 0,038% dari total saham yang dimiliki perusahaan sebesar 17.833.520.260 saham.


"Bapak Prajogo Pangestu menambah kembali kepemilikan saham TPIA sebesar 6.813.400 lembar saham. Kira-kira sekitar 0,038 persen dari total saham yang dimiliki perusahaan," kata Direktur Chandra Asri Petrochemical Chandra Asri Suryandi dalam keterangan resminya, Minggu (6/9/2020).

Sayangnya belum diungkapkan harga pembelian kembali itu. Dengan asumsi harga rata-rata saham TPIA pada Senin ini Rp 6.863/saham, nilai pembelian itu bisa mencapai Rp 47 miliar.

Suryandi menjelaskan, aksi buyback saham yang dilakukan Prajogo Pangestu merupakan komitmen dirinya dalam menjaga kepercayaan kepada investor pasar modal.

Mengintip keterbukaan informasi BEI, saat ini saham TPIA dimiliki publik sebesar 1.382.177.530 saham atau setara 7,75% persen dari total jumlah saham yang diterbitkan.

"Ini komitmen Prajogo Pangestu dalam meningkatkan rasa kepercayaan kepada investor pasar saham, dengan cara melakukan buyback saham," ujarnya.

Sebelum melakukan aksi buyback saham ini, saham TPIA dimiliki PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar 7.469.417.600 saham atau 41,88%, SCG Chemicals Company Limited memilik 5.451.715.305 saham atau setara 30,57% dan Prajogo Pangestu memiliki 2.683.398.895 saham atau 15,05%.

Lalu Marigold Resources Pt memiliki sebesar 846.810.930 saham atau setara 4,75%, 0,17% dimiliki oleh Erwin Ciputra, sebesar 82.500 atau setara 0 sekian persen dimiliki oleh Fransiskus Ruly Aryawan, dan sebesar 243.775 saham atau setara 0 sekian persen dimiliki oleh Lim Chong Thian.

Prajogo Pangestu tercatat di Forbes sebagai orang kaya dunia di deretan 538 dan nomor 5 di Indonesia.

Kekayaannya turun 5,5% tahun ini atau sekitar US$ 293 juta atau Rp 4,31 triliun (kurs Rp 14.700/US$).

Prajogo membangun perusahaan publik Barito Pacific, dengan sebelumnya bernama Pacific Lumber, pada 1993. Di 2007, ia mengakuisisi perusahaan petrokimia Chandra Asri yang kemudian merger dengan Tri Polyta Indonesia.

Perusahaan ini kini menjadi produsen petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia. Di 2015, TPIA bekerjasama dengan Michelin, pabrikan ban asal Prancis, di Indonesia.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading