Roundup

Simak Kabar Pasar: JSMR Cari Utang Rp 1 T, BBKP Yakin Laba

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
27 August 2020 08:01
PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 153.806 kendaraan kembali menuju Jakarta pada H+2 Tahun Baru Islam 1442 H (22 Agustus 2020).  (Dok. Jasa Marga)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (26/8/20) ditutup di zona hijau dengan kenaikan tipis 0,03% di level 5.340,32 setelah sebelumnya selama seharian berada di zona merah.

Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp 464 miliar di pasar reguler dengan nilai transaksi menyentuh Rp 9,8 triliun.

Dari dalam negeri, salah satu sentimen penggerak persepsi positif pasar ialah langkah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang mengumumkan bahwa bioskop di Jakarta akan dibuka dalam waktu dekat. Anies kini tengah menyusun regulasi terkait teknis dan aturan dalam berkegiatan di bioskop.


"Pertama kita akan menyiapkan regulasi secara lengkap, dan regulasi itu memasukkan semua unsur yang tadi disampaikan Prof Wiku. Pertama soal kualifikasi siapa saja yang bisa ikut menonton di bioskop, kedua soal pemesanan tiket yang semua harus dilakukan secara online, dan tidak ada pembelian tiket di lokasi," kata Anies dalam tayangan yang disiarkan langsung di YouTube BNPB, Rabu (26/8/2020) seperti dikutip dari Detik.

Dari luar negeri, Badan Sensus AS pada Selasa melaporkan kenaikan penjualan rumah baru pada Juli, sebesar 36%. Meski demikian, Indeks Keyakinan Konsumen per Agustus yang dilaporkan melemah menjadi 84,8 dari posisi Juli sebesar 91,7.

Selain kabar tersebut, simak juga peristiwa emiten yang terjadi sepanjang perdagangan kemarin.

1. Tunda KIK-EBA, JSMR Mau Rilis Surat Berharga Komersial Rp 1 T

Emiten BUMN pengelola jalan tol, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menunda untuk menerbitkan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA) syariah yang direncanakan sejak tahun lalu.

Namun perusahaan bakal memperbanyak instrumen keuangan dengan menerbitkan Surat Berharga Komersial (SBK) atau commercial paper senilai Rp 500 miliar-Rp 1 triliun.

Corporate Finance Group Head Jasa Marga Eka Setya Adrianto mengatakan commercial paper ini mirip dengan discounted bond karena diterbitkan dengan nilai diskon dan tenor selama satu tahun.

2. Kookmin Back Up, Bukopin Optimistis Cetak Laba & LDR Longgar

PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) optimistis masih mencetak laba pada akhir tahun ini, yang ditopang oleh melonggarnya likuiditas.

Direktur Utama Bukopin Rivan A. Purwantono mengatakan dengan kondisi margin bunga bersih (NIM) yang tertekan akibat pandemi Covid-19, pihaknya masih berharap ada peningkatan di fee based income (FBI).

"Kondisi pendapatan bank bukan hanya dari hasil bunga tapi juga pergeseran digital, fee based income kita perkirakan naik 25%," ujarnya dalam wawancara dengan CNBC Indonesia, Rabu (26/8/2020).

3. Gercep! Mandiri Sudah Salurkan Kredit Rp 29 T, Dekati Target

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) telah menyalurkan kredit Rp 29 triliun dari target Rp 30 triliun, untuk mendukung program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Penyaluran kredit ini merupakan bagian dari komitmen setelah pemerintah menempatkan dana pada bank pelat merah tersebut senilai Rp 10 triliun.

Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri Ahmad Siddik Badruddin mengatakan target penyaluran kredit lebih cepat dari waktu yang ditetapkan. "Rp 29 triliun (kredit yang disalurkan). Dana yang ditempatkan di Mandiri Rp 10 triliun target Rp 30 triliun itu September. Sampai Agustus Rp 29 triliun jadi targetnya lebih cepat," jelas Sidik dalam paparan publik virtual yang dilaksanakan, Rabu (26/8/2020).

4. Duh, Industri Semen Diramal Ambles 15% di Akhir Tahun

Pandemi corona (Covid-19) berdampak pada semua sektor industri termasuk industri semen. Manajemen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) bahkan meramal pertumbuhan permintaan sampai akhir tahun akan minus 13 -15%.

"Memang ada perlambatan, sampai akhir tahun demand growth masih di -13 sampai -15%," papar Direktur Marketing and Supply Chain SMGR, Adi Munandir dalam siaran pers yang disampaikan dalam virtual public expose, Rabu (26/8/2020).

5. MIND ID Masuk, Bagaimana Rencana Bisnis Vale Selanjutnya?

PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) atau kini bernama Mining Industry Indonesia (MIND ID) yang merupakan holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pertambangan telah resmi mengakuisisi 20% saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO)pada 19 Juni lalu. Lantas, bagaimana hal ini mempengaruhi rencana strategis Vale ke depan?

Bernardus Irmanto, Direktur Keuangan Vale Indonesia, mengatakan meski ada tambahan pemegang saham baru yakni MIND ID bukan berarti ini mengubah rencana strategis perusahaan. Menurutnya, perwakilan dari pemegang saham baru ini memberikan masukan dan mendukung rencana strategis perusahaan.

6. Tok! Harga Tender Offer Bank Permata Rp 1.347/saham

Investor baru dari PT Bank Permata Tbk (BNLI) yakni Bangkok Bank Public Company Limited (Bangkok Bank) menetapkan harga penawaran tender (tender offer) wajib atas saham publik di harga Rp 1.347/saham.

Tender offer wajib itu harus dilakukan oleh Bangkok Bank atas akuisisi saham Bank Permata sebanyak 89,12% dari PT Astra International Tbk (ASII) dan Standard Chartered Plc. Akuisisi tersebut sudah tuntas pada 20 Mei lalu dengan dana jumbo mencapai Rp 33,66 triliun.

7. Cuan Puluhan Miliar! Ini Harga Beli Lo Kheng Hong di BMTR

Setelah foto investor kawakan, Lo Kheng Hong bersama dengan pemilik MNC Group, Hary Tanoesoedibjo sempat viral dan menggegerkan jagat bursa Tanah Air, Selasa malam (25/8/20) melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) terungkap berapa harga pembelian pria yang akrab disapa LKH ini di saham PT Global Mediacom Tbk (BMTR).

Tercatat LKH melakukan pembelian di saham BMTR sebanyak 7 kali yakni pada 5 Agustus di harga Rp 200/unit dengan jumlah 526.456 lot, di harga Rp 199/unit dengan jumlah 6.000 lot, dan di harga Rp 200/unit sebanyak 60.800 lot.

Kemudian pada tanggal 6 Agustus di harga Rp 200/unit sebanyak 20.000 lot dan di harga Rp 202/unit sebanyak 49.000 lot. Selanjutnya di tanggal 10 Agustus di harga Rp 204/unit sebanyak 2.000 lot.

8. Modal 400 Juta Yen, Japan Securities Akuisisi Saham Anak BEI

Perusahaan pembiayaan sekuritas Jepang, Japan Securities Finance Co., Ltd bakal memiliki 10% saham perusahaan anak PT Bursa Efek Indonesia yakni PT Pendanaan Efek Indonesia (PEI). Hal tersebut dilakukan melalui mekanisme penyertaan modal sebesar 400 juta yen di PEI.

Penyertaan modal ini telah mendapat pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan yang bertujuan untuk memperkuat kerja sama di sektor jasa keuangan antar kedua negara, terutama dalam menjaga stabilitas sistem keuangan.

9. Jaga Laba, Bos PTBA Ungkap Strategi Efisiensi di Era Pandemi

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) fokus pada efisiensi di skala produksi sebagai antisipasi penurunan harga batu bara dan penurunan permintaan di masa pandemi Covid-19. Salah satu upaya yang dilakukan perusahaan adalah memangkas jarak angkut dari area penambangan untuk menekan biaya, dengan begitu meski ada penurunan margin masih terjaga.

"Sepanjang masih ada margin kami akan terus melakukan kegiatan produksi dan saya yakin dengan struktur tambang PTBA, kami bisa membuat atau mencari lokasi yang biaya penambangannya rendah," kata Direktur Utama PT Bukit Asam Arviyan Arifin kepada CNBC Indonesia, Rabu (26/08/2020).


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading