Hati-hati ya! 5 Saham Ini Tekor Sepekan Lalu, Ambles 24%

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
18 August 2020 07:03
Ilutrasi Bursa. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar modal Tanah Air mencetak reli panjang penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Dalam sepekan lalu, IHSG berhasil membukukan penguatan 5 hari berturut-turut atau menguat sebesar 2,02% ke level 5.247,69 pada perdagangan akhir pekan, Jumat (14/8/2020).

Data perdagangan mencatat, dengan penguatan sepekan 2,02%, maka kenaikan IHSG dalam sebulan terakhir perdagangan sebesar 2,93% kendati secara year to date atau tahun berjalan IHSG masih minus 16,70%.

Pada periode sepekan lalu, asing tercatat net sell (jual bersih) Rp 859,47 miliar di pasar reguler, sementara asing mencatatkan net buy (beli bersih) di pasar nego dan tunai sebesar Rp 229,67 miliar.


Sepekan ini, saham paling banyak diborong adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan net buy Rp 473,9 miliar di pasar reguler dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 341 miliar.

Sementara saham dengan catatan net sell asing terbesar dalam sepekan yakni PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) net sell Rp 487,1 miliar dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk TOWR) net sell Rp 393,4 miliar di pasar reguler.

Di sisi lain, ternyata ada lima saham dengan koreksi harga signifikan selama sepekan lalu.

5 Saham Paling Ambles, 10-14 Agustus:

1. PT Era Mandiri Cemerlang Tbk (IKAN)

Saham emiten perdagangan produk hasil perikanan ini ambles hingga 23,53% di level Rp 520/saham sepekan lalu. Saham IKAN baru listing di BEI pada 12 Februari 2020 dengan harga penawaran awal Rp 120/saham.

Saat IPO, IKAN melepas 40% saham atau 333 juta saham baru dan meraih dana initial public offering (IPO) Rp 39,99 miliar. Nilai transaksi saham IKAN sepekan lalu mencapai Rp 104,04 miliar, dengan volume perdagangan 175,45 juta saham.

2. PT Smartfren Telecom Tbk (FREN)

Saham FREN minus 21,68% sepekan di level Rp 112/saham. Nilai transaksi mencapai Rp 398,36 miliar dengan volume perdagangan 3,21 miliar saham. Emiten Grup Sinar Mas ini baru saja menunjuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian periode 2015 - 2019, Darmin Nasution, sebagai Komisaris Utama perusahaan.

3. PT Bima Sakti Pertiwi Tbk (PAMG)

Saham PAMG minus 18,75% sepekan di level Rp 65/saham. Bima Sakti Pertiwi adalah emiten pengembang Mal Pekanbaru, mal pertama di wilayah tersebut.

Mal yang menjadi pusat penjualan handphone, dan fashion ini terhubung dengan Hotel Bintang 5, yakni Grand Jatra Hotel Pekanbaru yang juga dimiliki oleh Bima Sakti Pertiwi. Sepekan, saham PAMG ditransaksikan sebesar Rp 25,54 miliar, dengan volume perdagangan 338,15 juta saham. PAMG listing di BEI pada 5 Juli 2019 dengan harga IPO Rp 100/saham.

4. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)

Saham emiten tambang emas Grup Saratoga ini terkoreksi 11,71% sepekan di level Rp 1.810/saham. Nilai transaksi menembus Rp 1,37 triliun dengan volume perdagangan 739,11 juta saham.

Saham MDKA pada Agustus ini masuk Indeks LQ45 periode Agustus 2020-Januari 2021 bersama dengan dua emiten anggota baru lainnya yakni PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), dan emiten properti PT Summarecon Agung Tbk (SMRA).

5. PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB)

Saham emiten tambang emas ini juga minus 7,25% sepekan di posisi Rp 256/saham, dengan nilai transaksi Rp 118,39 miliar dan volume perdagangan 454,51 juta saham.

PSAB baru saja menerbitkan Obligasi Berkelanjutan Tahap V sebesar Rp 650 miliar pada 30 Juli 2020. Obligasi ini diterbitkan untuk melunasi utang anak perusahaan yakni J Resources Asia Pasifik, atas surat utang jangka menengah atau Medium Term Notes II (MTN) Rp 500 miliar yang jatuh tempo, yaitu 4 Agustus 2020.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading