Newsletter

Anies Perpanjang PSBB DKI, Bisa Cuan Gak Ya Weekend Ini?

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
14 August 2020 06:05
Ilustrasi Pelanggar PSBB. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nasib nahas masih menghampiri nilai tukar rupiah hingga perdagangan kemarin, Kamis (13/8/2020). Sementara itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan obligasi rupiah pemerintah RI mengalami apresiasi meskipun tipis.

Genap empat hari beruntun mata uang Tanah Air melemah di hadapan dolar greenback. Kendati indeks dolar tak seberingas sebelumnya, nilai tukar rupiah masih susah untuk menguat. 

Pada penutupan perdagangan pasar spot kemarin, rupiah dibanderol di Rp 14.700/US$ atau melemah 0,1%. Di sepanjang pekan ini rupiah sudah melemah nyaris 1% atau tepatnya 0,82%. 


Ketika rupiah melemah sebenarnya dolar AS pun loyo. Mata uang Benua Kuning pun bergerak variatif. Dolar yang jadi agak 'memble' tak terlepas dari macetnya stimulus fiskal lanjutan di kongres AS.

Tanpa stimulus tambahan, tentunya pemulihan ekonomi AS yang bertumpu pada konsumsi domestik akan berjalan lebih lambat.

Kubu Partai Republik di House of Representatives (salah satu dari dua kamar yang membentuk Kongres AS) mengusulkan proposal stimulus baru bernilai US$ 1 triliun. Namun kubu oposisi Partai Demokrat enggan menyetujui karena merasa jumlahnya terlalu sedikit.

Steven Mnuchin, Menteri Keuangan AS, mengungkapkan bahwa Demokrat baru ingin membuka ruang dialog jika nilai stimulus fiskal setidaknya US$ 2 triliun. Presiden Donald Trump pun berang merespons hal ini.

"Dolar AS membutuhkan kabar positif dari pembahasan stimulus. Pasti akan ada kesepakatan, karena para politikus tidak mungkin kembali ke konstituen mereka dengan tangan hampa. Ketika itu terjadi, maka dolar AS akan punya momentum untuk menguat terhadap mata uang lain," jelas Masafumi Yamamoto, Chief Currency Strategist di Mizuho Securities yang berbasis di Tokyo, seperti dikutip dari Reuters.

Berbeda nasib dengan rupiah,IHSG justru ditutup dengan penguatan.IHSG berhasil melenggang ke zona hijau dengan apresiasi tipis sebesar 0,11% ke 5.239,25. Tercatat 182 saham harganya naik, 238 turun, sisanya 151 stagnan.

Investor asing yang sebelumnya selalu membukukan aksi jual bersih akhirnya mulai masuk ke saham-saham domestik.

Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi beli bersih sebanyak Rp 249 miliar di pasar reguler hari ini dengan nilai transaksi hari ini menyentuh Rp 10,6 triliun. Jika digabung dengan pasar nego dan tunai, asing masuk Rp 282 miliar.

Beralih ke pasar surat utang negara (SUN), obligasi rupiah pemerintah Indonesia juga mengalami kenaikan harga meski tipis. Hal ini tercermin dari penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah bertenor 10 tahun sebesar 0,04%. 

Data Pengangguran Apik, Wall Street Malah Ditutup Tak Kompak
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4 5
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading