Simak! Update MSCI Index Sudah Rilis Nih, Ada Emiten RI Gak?

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
14 August 2020 06:45
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia, Jumat 28/2/2020 (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan global yang membuat indeks yaitu MSCI Inc. mengumumkan hasil kajian termutakhir beberapa indeks mereka, termasuk MSCI Indonesia Index pada 12 Agustus 2020. Implementasinya mulai akan berlaku pada akhir bulan ini, 31 Agustus 2020.

Pengumuman penghuni baru MSCI Indonesia ini memang sudah ditunggu-tunggu pasar mengingat MSCI menjadi salah satu acuan melihat saham-saham unggulan yang menjadi pilihan investasi.

Indeks ini terdiri dari MSCI Global Indonesia Index dan MSCI Small Cap Indonesia Index.


Masuknya saham-saham di Bursa Efek Indonesia ke dua indeks tersebut (MSCI Global Standard Indexes dan MSCI Global Small Cap Indexes) dinilai dapat membuatnya masuk ke dalam radar investor global.

Perhitungannya akan berlaku efektif mulai 31 Agustus mendatang dan hasil ini dirilis pada Rabu 12 Agustus 2020.

Sebagai informasi MSCI Inc, yang dulunya bernama Morgan Stanley Capital International dan MSCI Barra, adalah pembuat indeks dari mulai pasar saham, pasar obligasi, pasar hedge fund, dan perangkat analisis pasar keuangan lain.

Hasilnya?

Ternyata belum ada tambahan anggota baru untuk MSCI Global Indonesia Index dari saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) seiring dengan kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang tahun ini. IHSG sudah terjun 16,83% sejak Januari hingga penutupan perdagangan Kamis kemarin (13/8).

Begitu pun dengan MSCI Small Cap Indonesia Index. Padahal pada 29 Mei lalu, ada 10 emiten di BEI masuk menjadi konstituen baru dari MSCI Small Cap Indonesia Index. Dari jumlah 10 emiten itu, 6 di antaranya berasal dari emiten yang turun kelas dari sebelumnya anggota MSCI Global Indonesia Index.

Di Asia Pasifik, penambahan dan pengeluaran saham dari indeks acuan tersebut hanya berasal dari bursa Taiwan, Hong Kong, Korea, dan China serta Malaysia, tanpa memasukkan bursa Indonesia.

Untuk MSCI Global Standard Indexes, ada penambahan 1 emiten dari Hong Kong, Malaysia 2, Taiwan 1, Korea 3, dan China 3. Untuk yang didepak dari indeks ini Hong Kong ada 1, Malaysia 2, Taiwan 2, Korea 3, dan China 1.

Untuk MSCI Global Small Cap Indexes, ada penambahan Hong Kong 1 emiten, Taiwan 1, Malaysia 1, Korea 3, dan China 1. Demikian pula yang dihapus atau dikeluarkan, tak ada dari Indonesia. Hanya ada Hong Kong 1, Malaysia 2, Taiwan 1, Korea 3, dan China 1.

"Total akan ada 13 penambahan [saham baru] dan 14 penghapusan dari MSCI ACWI Small Cap Index," tulis keterangan resmi MSCI, dikutip CNBC Indonesia, Jumat (14/8/2020).

Sementara untuk MSCI Global All Cap Indexes, "akan ada dua penambahan dan dua penghapusan dari MSCI World All Cap Index."

Sebagai pengingat, ada 10 emiten BEI yang masuk MSCI Small Cap Indonesia Index periode 29 Mei silam:

1. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)

2. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN)

3. PT Bintang Oto Global Tbk (BOGA)

4. PT Bukit Asam Tbk (PTBA)

5. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)

6. PT Jasa Marga Tbk (JSMR)

7. PT Nusantara Properti International Tbk (NATO)

8. PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)

9. PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC)

10. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON)

Sebagai informasi, MSCI Small Cap Indonesia Index menggunakan enam faktor yang secara ekstensif diteliti di literatur akademis dan divalidasi oleh tim riset MSCI sebagai kunci penggerak risk and reward sebuah saham.

Berikut ke enam faktor tersebut:

1. Value, yaitu seberapa mahal valuasi harga suatu saham;

2. Low Size, apakah emiten tergolong masuk ke perusahaan dengan kapitalisasi pasar kecil;

3. Momentum, bagaimana momentum harga suatu saham;

4. Quality, bagaimana kualitas neraca saldo perusahaan tersebut;

5, Yield¸ berapa imbal hasil suatu saham, dan;

6. Low Volatility, apakah saham tersebut memiliki volatilitas yang rendah.

 


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading