Internasional

China Mau Kalahkan Wall Street, Siapkan Senjata Pamungkas Ini

Market - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
13 August 2020 16:58
A woman walks past an electronic board showing stock information at a brokerage house in Fuyang, Anhui province, China March 23, 2018. China Daily via REUTERS   ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. CHINA OUT.

Jakarta, CNBC Indonesia - China bertekad menggabungkan industri pialang (broker) untuk 'menghadapi' Wall Street. Menurut tiga sumber, China berencana untuk menggabungkan pialang domestik First Capital Securities dengan pialang lain yang lebih kecil di negeri itu Capital Securities.

Dengan membuka pasar keuangannya untuk pemain asing, termasuk Goldman Sachs dan Morgan Stanley, China ingin menyamakan kedudukan dengan Wall Street.



Selain konsolidasi, China ingin membangun perusahaan yang cukup kuat untuk menghadapi raksasa Wall Street di industri domestik, yang kini bernilai 8 triliun yuan (Rp 16.918 triliun, asumsi Rp 2.114/yuan) dan memiliki lebih dari 130 perusahaan.

Menurut laporan China Securities Journal pada Juli lalu, yang dikutip Reuters, strategi merger ini didorong oleh Komisi Pengaturan Sekuritas China, instansi setingkat dengan kementerian.

First Capital yang terdaftar di Shenzhen dengan nilai pasar US$ 6,2 miliar. Nilai kesepakatan dengan Capital Securities sekitar US$ 1,4 miliar.




Penggabungan kedua perusahaan diprediksi dapat diselesaikan paling cepat tahun ini. Saham di First Capital melonjak maksimal 10% karena kabar ini pada Kamis (13/8/2020).

Pemerintah kota Beijing memiliki 23% First Capital dan 91,5% Capital Securities melalui beberapa perusahaan. Capital Securities juga telah mempersiapkan listing domestik selama berbulan-bulan tetapi memperlambat proses untuk memprioritaskan potensi merger.

Di sisi lain, potensi ikatan datang ketika broker terbesar China, Citic Securities, sedang dalam proses merger dengan China Securities Co, kata dua sumber lainnya. Namun kedua perusahaan sebelumnya menolak laporan media tentang merger tersebut.

Hingga saat ini, tidak ada pialang lain yang diumumkan secara publik sebagai kandidat merger. Pembicaraan tentang merger antara First Capital dan Capital Securities menunjukkan bahwa strategi konsolidasi semakin cepat.

Perusahaan di Wall Street mencoba masuk ke pasar China setelah Beijing berjanji untuk membatalkan pembatasan kepemilikan asing pada perusahaan sekuritas dan reksa dana untuk investor asing mulai April. Beberapa bank investasi termasuk Goldman, yang memegang saham mayoritas dalam bisnis sekuritas China, sedang berusaha untuk bergerak menuju kepemilikan 100% dan memperluas operasi.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading