Analisis Teknikal

"Hantu" CAD Perlahan Diusir, IHSG Berpotensi Ceria

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
10 August 2020 08:20
Ilutrasi Bursa. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,13% sepanjang pekan lalu ke level 5.143,893, padahal sudah sempat menembus "tembok tebal" alias resisten kuat 5.163.

Isu resesi menjadi salah satu penggerak utama IHSG sepanjang pekan lalu, dan masih akan berpengaruh di awal pekan ini, Senin (10/8/2020).

Banyak sentimen akan mempengaruhi pergerakan IHSG hari ini. Dari eksternal, rilis data tenaga kerja AS yang menunjukkan kebangkitan ekonomi pada Jumat malam lalu, serta Presiden AS Donald Trump yang meneken 4 perintah eksekutif termasuk pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai US$ 400 per pekan pada Sabtu lalu baru akan direspon pada hari ini.


Tetapi, selain sentimen positif, ada juga yang negatif yakni hubungan AS-China yang kembali memanas.

Sementara itu dari dalam negeri, data transaksi berjalan (current account) Indonesia kuartal II-2020 akan menjadi perhatian.

Di kuartal I lalu, defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) membaik.

Defisit tercatat sebesar US$ 3,9 miliar setara dengan 1,4% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Ini adalah catatan terendah sejak 2017.  CAD selama ini menjadi "hantu" bagi perekonomian Indonesia, dan perlahan sudah mulai diusir. Sejak 2011, transaksi berjalan Indonesia tidak pernah merasakan surplus, selalu defisit. 

Transaksi berjalan adalah bagian dari Neraca Pembayaran (balance of payment) yang menggambarkan pasokan devisa dari ekspor-impor barang dan jasa. Devisa dari pos ini dinilai lebih berdimensi jangka panjang ketimbang dari kamar sebelah, yaitu transaksi modal dan finansial. 

CAD di kuartal II kemungkinan akan kembali membaik mengingat pada bulan Mei dan Juni neraca dagang Indonesia mengalami surplus.

Secara teknikal, IHSG pada akhir pekan lalu terkoreksi dan kembali ke bawah level 5.163 yang merupakan Fibonnaci Retracement 50% sehingga menjadi resisten kuat. Fibonnaci tersebut ditarik dari level tertinggi September 2019 di 6.414 ke level terlemah tahun ini 3.911 pada grafik harian.

jkseGrafik: IHSG Harian
Foto: Refinitiv

Level tersebut menjadi kunci pergerakan pada hari ini.

Melihat grafik 1 jam, indikator stochastic sudah keluar dari wilayah jenuh beli (overbought). Stochastic yang mencapai overbought pada Jumat lalu menjadi pemicu penurunan IHSG secara teknikal.

Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah overbought (di atas 80) atau oversold (di bawah 20), maka suatu harga suatu instrumen berpeluang berbalik arah. Artinya ketika mencapai overbought atau oversold, IHSG berisiko melemah atau punya peluang menguat.

jkseGrafik: IHSG 1 Jam
Foto: Refinitiv

Target koreksi ke 5.125 dalam analisis teknikal Jumat lalu berhasil dicapai, bahkan sedikit lebih dalam. Kini IHSG berada di dekat level 5.163 lagi. Jika berhasil ditembus dengan meyakinkan, IHSG berpotensi menguat ke 5.190, dan selanjutnya di 5.210.

Sementara jika tertahan di bawah 5.163, IHSG berisiko terkoreksi lagi ke 5.125, dengan support selanjutnya berada di 5.100 sampai 5.080.


TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading