Ignasius Jonan Sebut 4 Bisnis Ini Laku Usai Corona, Apa Saja?

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
08 August 2020 17:35
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan akhirnya berkesempatan menjajal armada taksi listrik Tesla Model X, yang diluncurkan oleh Blue Bird.  (Dok.ESDM)

Jakarta, CNBC Indonesia - Komisaris Independen PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), Ignasius Jonan, dan mantan Menteri ESDM dan Menteri Perhubungan RI, menyebut pandemi Covid-19 akan menyebabkan banyak disrupsi di bidang bisnis.

Namun pada saat bersamaan, kata Jonan, pandemi Covid-19 menciptakan peluang baru bagi bisnis di empat sektor. Hal ini juga akan menandai motor penggerak ekonomi masa depan, setidaknya dalam 25 tahun mendatang.

Empat sektor tersebut antara lain, bisnis belanja online, bisnis energi yang berkelanjutan (renewable energy), kendaraan listrik, sampai kegiatan bisnis yang lebih ramah lingkungan (eco friendly).


Menjamurnya bisnis belanja online karena terbatasnya ruang gerak manusia akibat pembatasan sosial, ke depan, bisnis ini diyakini akan menjadi tren yang akan terus berlanjut.

Hal ini, kata Menteri ESDM periode 2016-2019 ini sudah terbaca dari perusahaan Amazon, pendirinya, Jeff Bezos, jadi orang terkaya sejagad, padahal perusahaan itu belum ada 25 tahun.

Saat ini, perusahaan dengan kode saham AMZN di Bursa Nasdaq ini, nilai kapitalisasi pasarnya sudah mencapai US$ 1,59 triliun.

Tak hanya itu, pandemi juga menyebabkan terjadinya revolusi di bidang pendidikan karena saat ini kegiatan belajar mengajar sudah menggunakan teknologi informasi.

"Future economy bukan lagi battle of capital, tapi battle of ideas, battle of creativity, bukan lagi melihat skala bisnis," kata Jonan, dalam webinar yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Minggu (8/8/2020).

Bisnis lainnya yang juga akan booming ke depan adalah di bidang energi terbarukan, seperti energi yang bersumber dari tenaga angin, tenaga listrik dari matahari, biomassa, pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

"Pandemi diakibatkan inbalance of the nature, ada tekanan polusi luar biasa membuat banyak virus baru bermutasi dan menulari manusia," kata dia.

Untuk mengurangi polusi tersebut, bisnis lainnya yang juga akan menjadi sumber ekonomi masa depan adalah kendaraan listrik.

Ia menyebut, nilai valuasi Tesla, perusahaan asal Amerika Serikat, meskipun kapasitas produksi kendaraanya tak mencapai satu juta unit per tahun, tapi secara valuasi perusahaan, sudah mengungguli Ford Motor Company, yang berdiri sejak 1903.

Saat ini, market capitalization atau kapitalisasi pasar Ford di New York Stock Exchange (NYSE), sudah mencapai US$ 26,81 miliar. Sedangkan, Tesla Inc, yang tercatat dengan kode saham TSLA di bursa Nasdaq, nilai kapitalisasi pasarnya sudah mencapai hampir US$ 271 miliar.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading