Waduh, Waskita Beton Gagal Bayar Bunga Obligasi

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
30 July 2020 07:31
Waskita Beton Precast Kantongi 30% Target Kontrak Baru

Jakarta, CNBC Indonesia - Anak usaha BUMN konstruksi, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) yakni PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menunda pembayaran bunga ke-3 kepada pemegang obligasi yang diterbitkan perusahaan. Obligasi itu adalah Obligasi Berkelanjutan Waskita Beton Precast Tahap II Tahun 2019 (WSBP01CN2).

Hal itu terungkap dalam pengumuman yang disampaikan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Direktur KSEI Syahruddin mengatakan sehubungan dengan belum efektifnya dana bunga ke-3 Obligasi Berkelanjutan Waskita Beton Precast Tahap II Tahun 2019 di rekening KSEI sesuai waktu yang telah ditentukan, KSEI menyampaikan bahwa pembayaran bunga kepada pemegang obligasi melalui pemegang rekening yang seharusnya dilaksanakan pada 30 Juli 2020 ditunda.

"Apabila terdapat informasi lebih lanjut berkenaan dengan pembayaran tersebut, akan kami sampaikan dalam kesempatan pertama," katanya dalam pengumuman, dikutip CNBC Indonesia, Kamis (30/7/2020).


Mengacu data KSEI, obligasi ini memiliki jumlah pokok penerbitan Rp 1,5 triliun yang akan jatuh tempo pada 30 Oktober 2022. Jumlah pokok yang saat ini tersisa yakni Rp 1,324 triliun.

Obligasi ini pertama kali tercatat di BEI pada 31 Oktober 2019, diterbitkan dengan bunga fixed 9,75% tahun dan bunga dibayarkan tiap 3 bulan.

Selain itu, WSBP juga memiliki utang jatuh tempo atas Obligasi Berkelanjutan I Waskita Beton Precast Tahap I Tahun 2019 sebesar Rp 500 miliar, yang akan jatuh tempo pada 5 Juli 2022.

Salah satu sentimen bagi WSBP sepekan terakhir adalah penangkapan Jarot Subana, Direktur Utama Waskita Beton, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pekan lalu, Kamis (23/7/2020) penyidik KPK menjemput paksa Jarot dari kantornya. Jarot dianggap tidak kooperatif selama proses penyidikan dugaan kasus korupsi proyek fiktif di Waskita Karya, induk usaha WSBP.

"Benar, penyidik KPK melakukan penjemputan paksa terhadap 1 orang atas nama JS (Jarot Subana) karena dinilai tidak kooperatif dalam proses penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek fiktif pada BUMN PT Waskita Karya (Persero) Tbk," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri seperti dikutip dari detik.com Kamis (22/7/2020).

Waskita Karya adalah induk dari Waskita Beton. Ketika kasus ini terjadi, Jarot menjabat sebagai mantan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II Waskita Karya.

Selain Jarot, mantan direktur utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) Desi Arryani juga ditetapkan KPK sebagai tersangka. Desi dalam perkara ini menjabat Kepala Divisi III/Sipil/II Waskita Karya.

Direktur Keuangan WSBP A Yulianto Tyas Nugroho dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), membenarkan bahwa Direktur Utama perusahaan telah ditetapkan oleh KPK menjadi tersangka terkait kasus yang terjadi pada tahun di mana yang bersangkutan belum menjabat di WSBP.

"Sebagai wujud komitmen terhadap kepatuhan hukum, maka kami berkomitmen mendukung terselesaikan kasus ini dengan cara menyerahkan sepenuhnya proses hukum atas penyelesaian kasus ini kepada pihak yang berwenang, tidak ada dampak terhadap kelangsungan bisnis perseroan," tegasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading