Penjualan Mobil Ambles, KKB BCA Ikut Turun Drastis

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
27 July 2020 19:23
Peresmian Datsun Cors di Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyebutkan permintaan kredit kendaraan bermotor (KKB) selama masa pandemi mengalami penurunan drastis, hanya mencapai Rp 200 miliar-Rp 300 miliar per bulan.

Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan nilai permintaan KKB ini turun drastis dibanding kondisi normal yang senilai Rp 2,5 triliun-Rp 3 triliun di masa normal.

"Dan kita kredit baru, kalau ekstrim saya gambarkan KKB. Kalau normal mungkin Rp 2,5 triliun-Rp 3 triliun per bulan new booking. Tapi kemarin itu drop sampai titik nadir paling bawah Rp 200 miliar-Rp 300 miliar per bulan," kata Jahja dalam press conference kinerja perusahaan secara virtual, Senin (27/7/2020).


Namun demikian, Jahja mengatakan pada periode semester kedua tahun ini diperkirakan akan mengalami pertumbuhan lebih baik. Diperkirakan permintaan KKB akan mulai meningkat hingga 50%-60% dari kondisi normal.

Hal ini didorong oleh mulai dibukanya kembali perekonomian seiring dengan dilakukannya masa transisi setelah banyak daerah memberlakukan pembatasan sosial skala besar (PSBB).

Pada periode enam bulan pertama tahun ini kredit tumbuh sebesar 5,3% YoY menjadi Rp 595,1 triliun pada Juni 2020 ditopang oleh pertumbuhan kredit korporasi. BCA membukukan kredit korporasi sebesar Rp 257,9 triliun, meningkat 17,7% YoY, sementara kredit komersial dan UKM turun 0,9% YoY menjadi Rp184,6 triliun.

Pada portofolio kredit konsumer, KPR tumbuh flat 0,3% YoY menjadi Rp 91,0 triliun dan KKB (kredit kendaraan bermotor) turun 11,9% YoY menjadi Rp 42,5 triliun.

Saldo outstanding kartu kredit turun 18,6% YoY menjadi Rp10,6 triliun akibat penurunan konsumsi domestik. Total portofolio kredit konsumer turun 5,1% YoY menjadi Rp146,9 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading