Penampakan Grafik Harga Emas: Dari Rp 400.000 ke Rp 900.000!

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
27 July 2020 17:50
A customer puts gold bar on basket for sell to the gold shop in Bangkok, Thailand, Thursday, April 16, 2020. With gold prices rising to a seven-year high, many Thais have been flocking to gold shops to trade in their necklaces, bracelets, rings and gold bars for cash, eager to earn profits during an economic downturn.(AP Photo/Sakchai Lalit)

Jakarta, CNBC Indonesia - Situasi global yang sedang tidak kondusif akibat pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) dan tensi geopolitik AS-China yang tinggi akhirnya membuat harga emas mencetak rekor tertingginya sepanjang masa. 

Hari ini di perdagangan spot pukul 17.25 WIB, harga logam mulia itu dibanderol US$ 1.941,8/troy ons. Harga ini sudah melampaui rekor tertinggi sepanjang masa yang sebelumnya dicapai pada 2011 di US$ 1.920/troy ons.

Apabila harga tersebut dikonversi ke dalam satuan gram dan mata uang rupiah (berdasarkan nilai pasar saat ini), maka untuk 1 gram emas dibanderol dengan harga Rp 904.720/gram. 


Sebagai perbandingan, hari ini Senin (27/7/2020), harga logam mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) untuk kepingan 100 gram per gramnya dibanderol Rp 939.120. Harga pembelian kembali logam mulai Antam hari ini berada di posisi Rp 896.000/gram. 

Harga emas jika dalam satuan gram dan mata uang rupiah sejak lima tahun terakhir terus bergerak naik. Tepat lima tahun lalu, berdasarkan perhitungan CNBC Indonesia menggunakan data Refinitiv, harga emas 1 gramnya dibanderol Rp 476.376. 

Artinya dengan harga sekarang cuan yang dihasilkan dari membeli emas kala itu dan jika masih disimpan sampai sekarang sebesar 90%. Dalam kurun waktu lima tahun harga emas naik hampir 100%.

Jika di-rata-rata secara sederhana, maka imbal hasil dari memegang aset emas per tahunnya mencapai 17,9%. Jika dibandingkan dengan inflasi yang berada di bawah angka 5% (rata-rata 4,48% per tahun) maka imbal hasil riil dari inflasi masih berada di angka 13%. 

Kenaikan harga emas dipicu oleh banyak faktor terutama terkait risiko ketidakpastian global yang membuat prospek ekonomi suram. Maklum emas sebagai aset safe haven banyak diburu ketika kondisi sedang tidak kondusif seperti sekarang ini. 

Rendahnya suku bunga acuan, suku bunga riil yang sudah berada di teritori negatif, stimulus ekonomi dari bank sentral dan pemerintah pusat yang masif untuk meredam dampak pandemi Covid-19 yang berpotensi memicu inflasi tinggi di masa depan, ketidakpastian seputar kapan berakhirnya pandemi hingga ketegangan AS-China yang memicu prospek dan pemulihan ekonomi semakin suram membuat investor mencari suaka dan emaslah pilihannya. 

Emas diramal masih akan bergerak menuju US$ 2.000/troy ons pekan ini. Jika menggunakan nilai tukar rupiah penutupan pasar hari ini di Rp 14.490/US$ maka harga per gram emas akan mencapai Rp 934.839/gram. Dengan begitu cuan emas bakal sentuh 96% dalam lima tahun terakhir. Jadi masih ragu akan kilau emas?

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading