Analisis Teknikal

Stimulus Mengalir ke Daerah, IHSG Sesi II Bisa Bertahan Hijau

Market - Haryanto, CNBC Indonesia
27 July 2020 12:47
Pengunjung melintas di depan layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Kamis, 12 Maret 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5,01% ke 4.895,75. Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dihentikan sementara (trading halt) setelah  Harga tersebut ke 4.895,75 terjadi pada pukul 15.33 WIB.  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini, Senin (27/7/2020) berhasil masuk zona hijau di tengah gempuran kasus terinfeksi Covid-19 dan juga ketegangan antara Amerika Serikat dan China yang semakin memburuk.

IHSG menguat 17,69 poin atau sebesar 0,35% ke level 5.100,68 terdorong oleh kabar baik dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang akan meneken perjanjian kerja sama terkait penempatan dana pemerintah kepada BPD setelah sebelumnya pemerintah menempatkan dana di Bank Himbara.

Hal ini merespons dari pelaksanaan program Pemulihan Ekonomi Nasional untuk menanggulangi dampak pandemi Covid-19. Bersamaan dengan agenda tersebut, bendahara negara juga akan menandatangani kerja sama terkait dukungan pembiayaan dana dukungan tunai atau Viability Gap Fund (VGF).


Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, penempatan dana di BPD ini merupakan kelanjutan pemerintah pusat setelah sebelumnya telah menempatkan dana pada 4 Bank Himbara (BNI, Mandiri, BRI, dan BTN) sebesar Rp 30 triliun, sesuai dengan PMK 70 Tahun 2020.

"Untuk Bank Jabar Rp 2,5 triliun, Bank DKI penempatan dana Rp 2 triliun, Bank Jawa Tengah Rp 2 triliun, Bank Jawa Timur Rp 2 triliun, Bank Sulawesi Utara dan Gorontalo Rp 1 triliun. Kita telah menyiapkan Rp 20 T untuk ditempatkan di BPD," jelas Sri Mulyani dalam sambutannya, Senin (27/7/2020).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada sesi I nilai transaksi mencapai Rp 3,89 triliun, investor asing masih mencatatkan jual bersih (net sell) sebesar Rp 70,34 miliar di semua pasar. Sementara volume transaksi tercatat 7,86 miliar unit saham dengan frekuensi sebanyak 474.783 kali transaksi. Ada 187 saham yang naik, sementara turun sebanyak 199 saham dan stagnan 180 saham.

Saham-saham yang mencatatkan kenaikan di antaranya saham PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) (34,44%), PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) (19,70%), PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) (18,58%), sedangkan PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) (10,71%) dan PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI) (10,31%).

Saham yang paling banyak dikoleksi asing hari ini adalah PT Bank Rakyat IndonesiaTbk (BBRI) dengan beli bersih sebesar Rp 21 miliar dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang mencatatkan net buy sebesar Rp 1 miliar.

Sementara saham yang paling banyak dilego asing hari ini adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dengan jual bersih sebesar Rp 24 miliar dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang mencatatkan net sell sebesar Rp 15 miliar.

Sementara dari bursa kawasan Asia lainnya per pukul 12.00 WIB, indeks Nikkei Jepang melemah 0,12%, sementara Hang Seng Hongkong turun 0,16%, sedangkan indeks Strait Times Singapura anjlok 0,1%, dan KOSPI Korea Selatan menguat 1,04%.

Pada perdagangan sesi II IHSG diperkirakan masih bertahan di zona hijau, dengan indikator BB yang bergerak menuju level pivot, dikombinasikan dengan indikator MACD yang mencoba berpotongan ke atas. Artinya kecenderungan masih naik.

Simak analisis teknikal di bawah ini.

 

Analisis TeknikalFoto: Revinitif
Analisis Teknikal

 

Analisis Teknikal

Pergerakan IHSG dengan menggunakan periode per jam (hourly) dari indikator Boillinger Band (BB) melalui metode area batas atas (resistance) dan batas bawah (support). Saat ini, IHSG berada di antara area support dan pivot, dengan garis BB yang sedikit melebar, maka pergerakan selanjutnya cenderung naik menguji level pivot.

Untuk melanjutkan kenaikan dari sesi sebelumnya, perlu melewati level resistance selanjutnya yang berada di area 5.115 hingga area 5.145. Sementara untuk merubah bias menjadi bearish perlu melewati level support yang berada di area 5.080 hingga area 5.055.

Sementara itu, indikator Moving Average Convergen Divergen (MACD) yang menggunakan pergerakan rata-rata untuk menentukan momentum, dengan garis MA yang mencoba berpotongan ke atas dan hologram negatif yang mulai memendek, artinya tekanan jual mulai bekurang maka kecenderungan pergerakan untuk naik.

Indikator Relative Strength Index (RSI) sebagai indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu dan berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20.

Saat ini RSI berada di area 48, dengan garis yang bergerak naik, maka IHSG cenderung menguat kendati terbatas.

Secara keseluruhan, melalui pendekatan teknikal dengan indikator BB yang berada di antara area support dan pivot, dengan garis yang sedikit melebar, maka pergerakan selanjutnya cenderung untuk menguat. Hal ini juga terkonfirmasi dengan indikator MACD yang mencoba berpotongan ke atas.

Indeks perlu melewati (break) salah satu level resistance atau support, untuk melihat arah pergerakan selanjutnya.

 

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(har/har)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading