Sempat Naik Ratusan Persen, Saham INAF & KAEF Ambles 6% Lebih

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
27 July 2020 09:34
Pengunjung melintas di depan layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Kamis, 12 Maret 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5,01% ke 4.895,75. Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dihentikan sementara (trading halt) setelah  Harga tersebut ke 4.895,75 terjadi pada pukul 15.33 WIB.  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham dua emiten farmasi BUMN bertumbangan pada perdagangan pagi ini. Investor tampaknya melakukan profit taking, setelah menguat tajam pekan lalu.

Harga saham dua anak usaha PT Bio Farma, PT Indofarma Tbk (INAF) dan PT Kimia Farma Tbk (KAEF) anjlok 6% lebih.

Dimana harga saham INAF drop 6,9% ke level Rp 2.430/unit dengan nilai transaksi Rp 18 miliar dan volumen transaksi 7 juta saham.


Lalu saham KAEF drop 6,93% ke level Rp 2.550/unit dengan nilai transaksi Rp 37 miliar dan volume transaksi 14 juta saham.

Pekan lalu saham INAF sempat tercatat naik 133% dan saham KAEF naik 114% dalam sepekan. Setelah kenaikan tinggi harga kedua saham tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengeluarkan peringatan dan memasukkan kedua saham di daftar unusual market aktivity (UMA).

Harga kedua saham ini menguat setelah investor berharap kedua BUMN ini akan menjadi pemasok pertama vaksin corona. Vaksin corona saat ini sudah dalam tahap uji klinis ketiga yang sedang dilalukan oleh Bio Farma.

Bio Farma melakukan uji klinis ketiga, setelah mendapatkan vaksin dari Sinovac, yang dikirim China.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading