Akuisisi Pinehill Tunggu OJK, Saham Duo Indofood Gimana?

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
20 July 2020 06:54
foto : Ist/indofood.com

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham emiten konsumer Grup Salim, yakni PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), dan induk usahanya PT Indofood Sukes Makmur Tbk (INDF) masih menguat dalam sepekan terakhir perdagangan, kendati pada Jumat pekan lalu (17/7/2020) sama-saham ditutup terkoreksi.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat lalu (17/7) mencatat, saham ICBP ditutup minus 3,13% di posisi Rp 9.275/saham, dan sepekan terakhir naik tipis 0,54%.

Sebulan terakhir saham ICBP naik 3,92% dengan kapitalisasi pasar Rp 108,16 triliun. Investor asing sudah masuk Rp 169,43 miliar di semua pasar di saham ICBP dalam sebulan terakhir.


Secara year to date atau tahun berjalan, saham ICBP sempat mencapai level tertinggi Rp 11.750/saham pada 22 Januari, dan terendah pada 24 Maret ketika jatuh di level Rp 8.300/saham.

Adapun harga saham induknya, INDF, juga minus 1,13% pada Jumat lalu di posisi Rp 6.550/saham. Sepekan, saham INDF naik tipis 0,77% dan sebulan terakhir minus 0,38% dengan kapitalisasi pasar Rp 57,51 triliun.

Investor asing masuk ke saham INDF di pasar reguler Rp 18 miliar sebulan terakhir. Secara year to date, level tertinggi saham INDF yakni Rp 8.250/saham pada 21 Januari, dan terendah Rp 5.050/saham pada 24 Maret lalu.

Riset PT RHB Sekuritas Indonesia pada 13 Februari 2020 sempat memproyeksikan target harga saham INDF di level Rp 8.900/saham dengan sokongan sentimen akuisisi ICBP atas Pinehill. Namun sudah 5 bulan berlalu, belum ada tanda-tanda saham INDF melonjak.

Bahkan secara year to date, saham INDF masih minus 17,35% dan ICBP terkoreksi 16,82%.

"Rekomendasi Beli [INDF], dengan target harga Rp 8.900, naik 27% dengan estimasi proyeksi yield full year c.4%. Melalui anak perusahaan INDF, ICBP berencana mengakuisisi Pinehill, yang menjual 7,4 miliar bungkus mie instan per tahun di pasar Arab dan Afrika," kata analis RHB, Michael Setjoadi, dalam risetnya kala itu.

"Kami menghargai [valuasi] Pinehill seharga P/S 2-2,5 kali atau 20 kali P/E (dengan asumsi margin bersih serupa dengan ICBP)," katanya.

Rasio P/S (price/sales ratio, atau rasio harga/penjualan) saham adalah indikator valuasi saham yang mirip dengan P/E (price earnings ratio). P/S rasio mengukur harga saham perusahaan terhadap penjualan tahunan. Seperti halnya P/E ratio, P/S ratio merefleksikan berapa banyak yang harus dibayarkan investor untuk setiap rupiah atau dolar dari hasil penjualan perusahaan.

Sementara P/E ratio yang menghitung berdasarkan pembagian antara harga saham dengan laba bersih. Semakin tinggi PE ratio maka semakin mahal valuasi suatu perusahaan dan sebaliknya semakin rendah PE Ratio, semakin murah valuasi suatu perusahaan.

Riset RHB pada 26 Mei 2020, juga disampaikan Michael Setijoadi, membidik target harga ICBP Rp 10.000/saham dengan rekomendasi Netral, turun dari sebelumnya Beli.

Akuisisi Indofood CBP atas Pinehill dinilai memiliki valuasi seharga 38,6 kali dari PE 2019 atau 40% harganya premium dibandingkan dengan perusahaan di sektor ini.

"Berpotensi dilusi ROE [return on equity] karena sebagian besar pendapatan tambahan konsolidasi dari Pinehill akan dihilangkan, dengan biaya bunga yang dikeluarkan untuk membiayainya [biaya akuisisi," kata Michael Setijoadi.

"Setelah akuisisi, net gearing [rasio utang] ICBP akan mencapai 0,8 kali, dengan potensi pembayaran dividen minimum. Risiko terbalik: OJK mungkin memerlukan persetujuan pemegang saham minoritas, yang dapat menghasilkan nilai akuisisi yang lebih rendah," jelasnya.

Indofood CBP saat ini dalam proses mengakuisisi penuh saham Pinehill Company Limited (PCL) yang dimiliki oleh Pinehill Corpora senilai US$ 2,99 miliar atau setara Rp 41,56 triliun (asumsi kurs Rp 13.901/US$). Akuisisi ini memang tinggal selangkah lagi setelah perseroan mendapatkan restu dari First Pacific Company Limited.

Pemegang saham terbesar ICBP adalah Indofood Sukses Makmur, sementara First Pacific adalah entitas terakhir pemegang saham dari ICBP.

Transaksi ini juga merupakan transaksi afiliasi karena Pinehill Corpora terafiliasi dengan ICBP lantaran Anthoni Salim memiliki penyertaan saham secara tidak langsung sekitar 49% saham di Pinehill Corpora.

Gideon A Putro, Sekretaris Perusahaan ICBP, mengatakan First Pacific Company, induk perusahaan, telah memperoleh persetujuan dari pemegang saham independen dalam RUPSLB atau Special General Meeting (SGM) yang digelar di Hong Kong pada 17 Juli.

Dengan diperolehnya persetujuan tersebut, salah satu persyaratan awal rencana transaksi atas Pinehill telah terpenuhi. Namun demikian masih terdapat persyaratan lain yang harus dipenuhi sebelum perseroan menyelesaikan rencana transaksi. Pekan lalu, perseroan sudah menunda RUPSLB ICBP yang dijadwalkan pada 15 Juli, karena OJK meminta tambahan informasi akuisisi.

"Perseroan masih mendapatkan tambahan permintaan penjelasan dari OJK terkait dengan rencana transaksi. Selanjutnya perseroan akan menyampaikan kembali informasi tanggal penyelenggaraan RUPSLB kepada pemegang saham," kata Gideon, dalam suratnya kepada BEI, Jumat (17/7/2020).

Pinehill Arabia Food LtdFoto: Pinehill Arabia Food Ltd
Pinehill Arabia Food Ltd

Di Hong Kong, harga saham First Pacific di Bursa Hong Kong juga ditutup minus 0,65% di posisi 1,55 dolar Hong Kong/saham pada Jumat pekan lalu, atau sekitar Rp 2.957/saham (asumsi kurs Rp 1.908/dolar HK). Bahkan dalam sepekan terakhir saham ini masih minus dibanding harga tertingginya pekan ini 1,65 dolar Hong Kong/saham.

Dalam pengumuman di situs resminya, manajemen First Pacific mengungkapkan hasil pertemuan pemegang saham dalam forum SGM yang digelar di Jasmine hingga Stork Room, Lantai 1, Mandarin Oriental Hong Kong.

"Lebih dari 50% suara mendukung resolusi, resolusi [rencana akuisisi] ini dianggap sebagai resolusi biasa," kata Nancy L.M. Li, Sekretaris Perusahaan First Pacific, dalam keterangan resmi, dilansir di situs resmi First Pacific, Jumat (17/7/2020).

Sebelumnya beberapa pemegang saham First Pacific mengemukakan kekhawatiran tentang harga akuisisi senilai US$ 3 miliar yang dibayar ICBP untuk Pinehill, mereka menilai valuasi itu terlalu tinggi.

Hal ini pun didukung dengan dokumen valuasi Pinehill yang disampaikan manajemen Indofood CBP. Ternyata nilai pasar wajar untuk akuisisi saham tersebut lebih murah Rp 1,81 triliun, tepatnya sebesar US$ 2,86 miliar (Rp 39,75 triliun). Artinya harga akuisisi tersebut di atas harga wajar alias lebih mahal.

Pertimbangan ini mengacu pada seluruh ekuitas Pinehill Company Limited pada 31 Desember 2019 sebesar Rp 39,80 triliun.

"Dengan mempertimbangkan seluruh informasi yang relevan dan kondisi pasar yang berlaku, kami berpendapat bahwa nilai wajar atas 100% ekuitas PCL per tanggal 31 Desember 2019 adalah US$ 2,86 miliar," tulis manajemen Indofood CBP, di BEI, Rabu (10/9/2020).

Perusahaan yang memproduksi mi instan dengan merek dagang Indomie ini berencana melaksanakan dua kali transaksi pembelian saham, mengacu prospektus yang disampaikan ICBP.

Pertama, pembelian saham Pinehill Corpora, yaitu sebanyak 70.828.180 saham yang merupakan 51% dari total saham yang telah diterbitkan Pinehill Company dengan harga sebesar US$ 1,52 miliar.

Selanjutnya, pembelian seluruh saham Pinehill Company Limited yang dimiliki oleh Steele Lake, yaitu sebanyak 68.050.408 saham atau 49% dari total saham yang telah diterbitkan oleh Pinehill Company.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading