Dahsyat! Warren Buffett Untung Rp 600 T dari Saham Apple

Market - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
17 July 2020 12:22
Warren Buffett. (AP Photo/Nati Harnik, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pada saat banyak investor membukukan kerugian berinvestasi di pasar saham, Warren Buffett meraup keuntungan ratusan triliun. Buffett diestimasi mendapatkan keuntungan US$ 40 miliar atau Rp 591,3 triliun (asumsi Rp 14,784/US$) dari pembelian saham Apple saat harganya berada di bawah pada Maret lalu.

Perusahaan Buffett, Berkshire Hathaway memang rajin membeli saham Apple. Saat ini saham Apple mencapai 40% total portofolio ekuitas milik Berkshire Hathaway.

Langkah memborong saham saham Apple mungkin merupakan perdagangan terbesar Warren Buffett. Investasi pada perusahaan teknologi raksasa Apple memainkan peran penting dalam membantu Buffett menghadapi krisis virus corona. Terutama ketika pilar-pilar lain bisnisnya, termasuk asuransi dan energi, merugi akibat pandemi global ini.


Berkshire pertama kali membeli 10 juta saham Apple pada Mei 2016, dan meningkat kepemilikannya menjadi 245 juta saham atau bernilai lebih dari US$ 95 miliar hanya dalam kurun waktu 4 tahun. Berkshire kini menjadi pemegang saham terbesar kedua Apple, dengan posisi pertama dipegang Vanguard.

Pada awalnya Berkshire membeli saham Apple senilai US$ 35 miliar, atau US$ 141 per saham. Akhir 2019 nilai keseluruhan saham Apple yang dimiliki Buffett US$ 60 miliar.

"Seandainya dia terjebak pada senjatanya dan hanya membeli saham bernilai, portofolio itu tidak akan melakukannya juga," kata Cathy Seifert, seorang analis Berkshire di CFRA Research, mengatakan kepada CNBC International. "Pada akhirnya, para pemegang saham akan memuji langkah ini."

Saham Apple naik lebih dari 10% pada bulan lalu, membawa kenaikan 2020 menjadi lebih dari 32%. Saham ini juga mendapat dorongan lain pada Rabu (15/7/2020) karena memenangkan kasus di pengadilan terhadap Komisi Eropa atas perselisihan terkait pajak Irlandia dengan denda hampir US$ 15 miliar.

Saham Berkshire Kelas A naik lebih dari 6% bulan ini menjadi US$ 285.520 masing-masing pada hari Rabu, memangkas kerugian 2020 menjadi sekitar 15%. Saham jatuh hampir 20% pada kuartal pertama.

Di luar portofolio ekuitas Berkshire, perusahaan memiliki banyak bisnis dari perusahaan kereta api raksasa BNSF, perusahaan asuransi Geico, dan Dairy Queen yang kurang kebal terhadap pandemi.

"Dia mengelola beberapa risiko reasuransi yang sangat besar, sangat lama," kata Seifert, merujuk pada bisnis asuransi Berkshire. "Ada beberapa klaim serius yang harus dibayar dan dia perlu menjaga itu tetap kering."

Selain saham Apple, Berkshire juga memiliki 533.300 saham Amazon pada akhir kuartal pertama, yang kini bernilai lebih dari US$ 1,6 miliar. Berdasarkan data Forbes, kini kekayaan Buffet mencapai US$ 72,6 miliar per Jumat (17/7/2020), naik 0.26% atau US$ 186 juta.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading