Banjir Landa Kalimantan, Harga CPO Tembus RM 2.500/ton

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
15 July 2020 11:40
A worker unloads palm oil fruit bunches from a lorry inside a palm oil mill in Bahau, Negeri Sembilan, Malaysia January 30, 2019.  Picture taken January 30, 2019.  REUTERS/Lai Seng Sin

Jakarta, CNBC Indonesia - Harapan akan volume ekspor yang membaik serta naiknya harga minyak dunia menjadi sentimen positif yang mengangkat harga minyak sawit mentah (CPO) Negeri Jiran hari ini, Rabu (15/7/2020). 

Pada 10.22 WIB harga CPO untuk kontrak pengiriman September di Bursa Malaysia Derivatif menguat 1,28% ke RM 2.534/ton. Kemarin harga CPO ditutup menguat hingga 3% ke RM 2.502/ton.


Volume ekspor minyak sawit Malaysia untuk periode 1-15 Juli 2020 diperkirakan turun 9-10% dari periode yang sama bulan lalu. Angka ini jauh lebih baik dari penurunan 16,8% - 17,8% pada periode 10 hari pertama bulan Juli. 

"Cuaca yang buruk di Indonesia dengan banjir yang dilaporkan terjadi di Kalimantan dan Sumatra juga mendukung harga" kata Macello Cultera, manajer sales institusional di Philip Futures kepada Reuters.

"Kekhawatiran dari sisi pasokan mulai muncul, hal ini bisa membuat harga tetap terjaga setidaknya hingga akhir Juli" kata Paramalingam Supramaniam selaku direktur di broker Pelindung Bestari Sdn Bhd.

Lebih lanjut Paramalingam menjelaskan, survei yang dilakukan para broker memperkirakan akan terjadi penurunan produksi sebesar 7% -13% di bulan ini jika dibandingkan dengan bulan lalu.

Produksi pada bulan Juni mengalami lonjakan yang lebih tinggi dari perkiraan karena kondisi cuaca yang baik dan penundaan panen setelah pembatasan mobilitas publik untuk menekan penyebaran virus corona virus dilonggarkan.

Naiknya harga minyak akibat penurunan stok di AS juga menjadi sentimen positif untuk harga CPO. Ketika harga minyak naik, minat penggunaan CPO untuk biodiesel membaik sehingga mempengaruhi permintaan minyak nabati ini untuk bahan bakar.

Di sisi lain melemahnya mata uang ringgit terhadap dolar AS juga turut berperan dalam mengerek naik harga CPO. Ringgit terdepresiasi 0,19% terhadap greenback. Pelemahan ringgit membuat harga CPO yang dibanderol dalam mata uang tersebut menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang dolar AS. 

Menambah sentimen positif lagi, ada harga minyak nabati lain yang juga terangkat. Harga kontrak minyak kedelai dan minyak sawit di Bursa Dalian China masing-masing menguat 1,38% dan 3,96%. Sementara untuk kontrak minyak kedelai di Chicago juga naik 0,66%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading