Jokowi Sempat Murka, Benarkah Saham Gorengan Hilang?

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
13 July 2020 14:54
[DALAM] Jokowi Berantas Penggoreng Saham

Jakarta, CNBC Indonesia - Mega-skandal korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) sejak akhir tahun lalu menjadi sorotan publik. Kasus ini menjadi  sontak membuat banyak pelaku pasar modal kaget, karena nilai kerugian yang diperkirakan mencapai Rp 12 triliun, versi Kejaksaan Agung (Kejagung) dipicu oleh praktik goreng-mengoreng saham.

Praktik menggoreng saham atau dalam pasar modal biasa digunakan dengan istilah cornering atau pembentukan harga semu, selama ini sudah lazim terdengar tapi tak satupun bisa dibuktikan. Praktik goreng saham ini biasanya dilakukan dengan menjaga harga satu saham pada harga tertentu. 

Biasanya pergerakan harga saham yang digoreng tidak wajar, ekuitas perusahaan jumlahnya kecil, dan biasanya frekuensi dan total transaksi lumayan besar untuk menarik para investor.


Tahun 2018 dan 2019 aktivitas transaksi saham gorengan semarak. Banyak saham masuk daftar Unusual Market Activity (UMA) yang tercatat Bursa Efek Indonesia (BEI), yang berhasil bersanding dengan saham-saham berkapitalisasi pasar besar di jajaran saham dengan jumlah total transaksi tebesar di BEI.

Data BEIFoto: data BEI
Data BEI

Data BEIFoto: data BEI
Data BEI

Terlihat pada tahun 2018 saham-saham dengan ekuitas mini seperti PT Pool Advista Indonesia Tbk (Tbk) dan PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) berhasil bersanding dengan saham-saham besar seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) di grup elite saham-saham yang paling besar ditransaksikan di BEI.

Tercatat pada tahun 2018, di antara 30 saham dengan jumlah transaksi paling jumbo di BEI terdapat 8 saham dengan ekuitas di bawah Rp 8 triliun.
Di antaranya adalah POOL, TRAM, RIMO, MYRX, IIKP, BUMI, KREN, dan TARA.

Kondisi belum membaik di tahun berikutnya. Tercatat di tahun 2019 di antara 30 saham dengan jumlah transaksi paling jumbo di BEI masih terdapat 8 saham dengan ekuitas di bawah Rp 8 triliun.

Pada tahun ini terpantau saham-saham baru berhasil masuk ke klasemen saham-saham bertransaksi paling jumbo dengan nama yang tidak asing bagi para pelaku pasar seperti PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME) dan tentunya PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) yang harga sahamnya melesat 2.355% sejak initial public offering (IPO) dan setelah sahamnya anjlok, menyebabkan Asabri rugi triliunan.

Masuk tahun 2020, kondisi berbalik 180 derajat. Tercatat di kuartal pertama tahun 2020 di antara 30 saham dengan jumlah transaksi paling jumbo di BEI hanya terdapat 3 saham dengan ekuitas di bawah Rp 8 triliun yaitu NATO, HRME, dan ASMI.

Mengapa saham-saham gorengan mulai berkurang pada 2020? Berikut alternatif penjelasanya.

Goreng Saham Disorot Jokowi
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading