Trump Bikin Emas Bersinar, Harga Balik ke US$ 1.800/oz

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
13 July 2020 09:40
FILE PHOTO: Gold bullion is displayed at Hatton Garden Metals precious metal dealers in London, Britain July 21, 2015. REUTERS/Neil Hall/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Sempat tergelincir ke bawah US$ 1.800/troy ons pada Jumat pekan lalu (10/7/2020), harga emas awal pekan ini Senin (13/7/2020) kembali melampaui level psikologis tersebut.

Pada 08.52 WIB, harga logam mulia emas di pasar spot naik 0,23% ke US$ 1.802,45/troy ons. Harga emas pekan lalu ditutup di US$ 1.798,31/troy ons. Di sepanjang tahun ini harga emas sudah naik sampai 18%. 


Kenaikan harga emas ini tak terlepas dari berbagai risiko yang meliputi perekonomian global. Masih terus merebaknya pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di dunia menjadi momok serius bagi perekonomian dunia yang baru dipacu kembali dalam dua bulan terakhir. 

Data kompilasi John Hopkins University CSSE pada hari ini pukul 09.04 WIB menunjukkan sudah ada 12,87 juta orang yang dinyatakan terinfeksi Covid-19 sejak awal wabah ini merebak. Tak kurang dari 568 ribu orang meninggal dunia akibat infeksi virus ganas tersebut.

Di tengah pandemi yang tak kunjung usai, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump justru mengeluarkan pernyataan yang membuat optimisme makin redup. Presiden ke-45 AS tersebut tak berpikir untuk melanjutkan negosiasi dagang dengan mitranya yakni China. 

Trump menilai hubungan kedua negara sudah rusak akibat pandemi Covid-19 ini. Maklum AS saat ini menjadi negara dengan jumlah kasus infeksi terbanyak di dunia. Lebih dari 3,3 juta orang di AS dinyatakan positif terjangkit Covid-19. Sebanyak 135 ribu orang meninggal dunia. 

Sejak Jumat pekan lalu, jumlah kasus baru infeksi virus corona di AS selalu berada di atas 60 ribu kasus per harinya. Merasa jadi korban dari pandemi Covid-19, AS menuduh China sebagai biang kerok dari semua kejadian ini, mengingat wabah pertama kali merebak di Wuhan, China bagian tengah.

"Mereka bisa menghentikan wabah. Mereka bisa menghentikannya. (Tapi) Mereka tidak menghentikannya, "kata Trump pada Air Force One dalam perjalanan ke Florida, menurut wartawan yang hadir di pesawat, dikutip CNBC International, Minggu (12/7/2020).

Saat ditanya apakah ini akan membuat fase kedua damai dagang tetap berlanjut, trump mengatakan tak ada hal itu di benaknya. Ia mengatakan dia memikirkan hal lain, alih2 fase II damai dagang.

Tentunya dengan risiko ketidakpastian yang makin tinggi ini, investor sedang mencari suaka untuk menyelamatkan diri. Emas sebagai aset safe haven jadi semakin diminati. 

Apalagi di tengah rendahnya suku bunga acuan, imbal hasil surat utang pemerintah AS yang juga dinilai kurang menarik lagi, hingga banjir stimulus fiskal dan moneter yang bisa memicu terjadinya kenaikan inflasi yang tinggi di masa depan membuat daya tarik emas semakin kuat.

"Imbal hasil surat utang pemerintah AS bertenor sepuluh tahun masih turun lebih dalam dari ekspektasi inflasi. Ini yang menjadi pendorong bagi emas untuk menguat serta jadi pelecut pada hari itu," kata Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Securities.

Setelah level US$ 1.800/troy ons dapat dilampaui, maka target harga terdekat berikutnya adalah US$ 1.900 dan US$ 2.000 per troy ons. Rekor harga emas tertinggi sepanjang masa sempat tercatat di atas US$ 1.900/troy ons. Dengan kejadian seperti sekarang ini, banyak investor dan analis yang yakin harga emas bakal melambung lebih tinggi dari rekor tersebut.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading