Jangan Tertipu! Rp 80 T Uang Nasabah Dimakan Jin

Market - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
07 July 2020 11:52
Infografis: Tak Cuma Corona, Ini 5 'Setan' Ekonomi 2020!

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan RI menyatakan sejak 2008 hingga saat ini setidaknya ada Rp 80 triliun dana masyarakat hilang akibat investasi bodong.

"Bicara investasi, yang pasti-pasti saja. Jangan sampai Pemberi Harapan Palsu (PHP), Rp 80 triliun dana masyarakat hilang karena investasi di abal-abal," kata Direktur SUN DJPPR Kemenkeu, Deni Ridwan, kepada CNBC Indonesia beberapa waktu lalu.

Salah satu instrumen investasi yang menurutnya pasti adalah melalui Obligasi Ritel Negara (ORI), di mana yang terbaru adalah seri ORI017. Ini merupakan salah satu instrumen Surat Berharga Negara (SBN) kepada investor individu yang bisa digunakan sebagai alternatif investasi.


Instrumen investasi yang satu ini menarik. Jika dibandingkan dengan deposito di bank, ada kelebihannya.

"Deposito perbankan, penjamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), jumlah maksimal yang dijamin 5%. Kalau cuma punya tabungan Rp 10-15 juta ngga dapat. tapi kalau punya Rp 1 juta, dibelikan ORI, kupon yang ditawarkan 6,4%," katanya kepada CNBC Indonesia di Jakarta beberapa waktu lalu.

Imbal hasil memang terbilang lebih besar dibanding dengan obligasi. Sementara jika berbicara mengenai pajak yang harus dibayarkan, menurutnya juga lebih kecil dibanding pajak deposito.

"Pajak (ORI) ada insentif. Deposito pajak 20%, Obligasi negara hanya 15%. Overall lebih besar cuan-nya," tegasnya.

Investasi ORI menurutnya mulai dilirik kaum milenial. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang, banyak anak muda yang tidak bisa melakukan kegiatan di luar jam kerja seperti biasa seperti ke bioskop, hingga mengunjungi tempat favorit seperti biasanya.

"Susah hang out, akhirnya ada dana lebih untuk investasi. Data dimiliki 2018-12019, tahun kemarin paling banyak investasi di obligasi negara ini kaum milenial," ujarnya lagi.

ORI017 merupakan seri ORI ke-17 yang diterbitkan oleh pemerintah dan penjualannya bisa dilakukan secara online. Minimal pembeliannya juga relatif kecil yaitu Rp 1 juta dan maksimal Rp 3 miliar.

"Belinya bisa sambil nonton Drama Korea, bisa langsung investasi. Kita ada beberapa mitra distribusi. Ada banyak, ada 16 bank, 4 perusahaan sekuritas, 2 perusahaan fintech juga perusahaan khusus," sebutnya.

Persyaratan pembelian cukup dengan memiliki rekening tabungan lalu menghubungi mitra distribusi. Bagi investor baru, maka diperlukan pembuatan Single Investor Identification (SID). Setelah SID didapatkan, selanjutnya memesan jenis yang diinginkan, dan dilanjutkan dengan pembayaran.

Deni menyebut, pemerintah menargetkan bisa mengantongi Rp 10 triliun dari penerbitan ORI ini. meski lelang akan ditutup pada 9 Juli 2020, namun jumlahnya sudah melampaui target. Terkait dengan investasi, dia berpesan agar berinvestasi di pos yang tepat.

"Yang pasti-pasti saja di ORI)17 selain aman, cuannya juga, dan bisa bahu membahu bantu negara atasi Covid-19," pungkasnya.


(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading