Mega Merger Bank Syariah BUMN, Butuh Suntikan Modal Rp 10T

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
06 July 2020 12:57
cover topik/merge bank syariah bumn thumbnail/Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana penggabungan bank syariah milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ditanggapi positif oleh kalangan pelaku keuangan syariah Indonesia. Bahkan, pelaku keuangan syariah ini menilai penggabungan perlu disertakan dengan suntikan modal oleh masing-masing pemilik agar nanti bank ini bisa langsung jadi BUKU IV.

Pakar Ekonomi Syariah Syafii Antonio mengatakan hal yang perlu disorot dari penggabungan ini adalah bank hasil merger ini masih mengalami kekurangan modal sebesar Rp 10 triliun untuk menjadi bank BUKU IV. Sehingga dia menilai pemilik bank ada baiknya menyuntikkan modal lebih dahulu sebelum digabungkan.

"Saran saya sebelum digabung menjadi bank syariah BUMN, minta induk nambah Rp 4 triliun masing-masing, jadi tambahnya ada Rp 12 triliun. Tambah Rp 10 triliun ada Rp 32 triliun. Jadi bank yang dimerger masuk ke BUKU IV harus ditambah dulu, kalau dipisah dulu sudah ga jadi anak Mandiri, BNI dan BRI," kata Syafii dalam wawancara dengan CNBC Indonesia TV, Senin (6/7/2020).


Dia mengatakan, penggabungan bank syariah pelat merah ini akan memperkuat pasar perbankan syariah di Indonesia. Pasalnya, keempat bank ini, termasuk Unit Usaha Syariah (UUS) milik PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dinilai memiliki target market yang berbeda.

PT Bank Mandiri Syariah memiliki target market di bidang pendidikan, kesehatan, haji dan umroh. PT BRI Syariah Tbk (BRIS) memiliki target pasar UMKM, sedangkan PT BNI Syariah memiliki pasar untuk korporasi dan BTN Syariah fokus pada pembiayaan KPR Syariah.

"Ada 4 pasar dengan strategi dan arah sendiri. Sekarang juga sama BSM, BRIS, BNI, BTN sendiri-sendiri, kalau jadi satu policy, produk, karyawan menyatu jadi tidak akan terjadi kanibalisme, bisa menargetkan nasabah potensial," tegasnya.

Tak hanya itu, dia menyebutkan keuntungan penggabungan bank syariah ini akan membuat bank syariah BUMN ini akan mampu bersaing di pasar global, mengalahkan bank syariah milik Malaysia.

"Tapi setelah itu Indonesia akan jadi salah satu kekuatan financial dunia yang diperhitungkan. Bisa kalahkan Malaysia dan mendekatkan dengan Dubai, Kuwait dan Bahrain," imbuhnya


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading