Sri Mulyani Taruh Rp 30 T, 4 Bank BUMN Siap Kucurkan Rp 90 T

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
01 July 2020 10:52
Menteri Keuangan Sri Mulyani di acara Rapat Koordinasi Nasional Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bidang Properti 2019. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) berkomitmen untuk menggunakan dana simpanan pemerintah yang ditempatkan di empat bank BUMN sebesar Rp 30 triliun untuk meningkatkan ekspansi kredit (leverage) naik tiga kali dalam 3 bulan mencapai Rp 90 triliun.

Sebanyak empat bank BUMN tersebut adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).

Direktur Utama Bank BRI Sunarso mengatakan penempatan dana negara di bank pemerintah sebesar Rp 30 triliun dimaksudkan untuk menjadi stimulus bagi bank-bank BUMN sehingga dana yang diterima itu bisa meningkatkan leverage minimal 3 kali dalam waktu 3 bulan untuk ekspansi kredit Rp 90 triliun.


"Pagi ini adalah rapat dalam rangka koordinasi, pastikan stimulus dari pemerintah ke bank yang ditujukan untuk jaga sustainability, pertumbuhan ekonomi. Kami sampaikan kesiapan kami siap dan commit leverage dana itu 3x," kata Sunarso, dalam konferensi pers di Bank Indonesia, Rabu (1/7/2020).

Sunarso menjelaskan beberapa sektor yang akan disasar adalah sektor yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan pangan dan distribusinya.

"Sektor pariwisata, transportasi yang selama pembukaan PSBB [pembatasan sosial berskala besar] disiplin terukur akan mulai bergerak kami akan berbagi tugas di Himbara, jadi ada bank yang fokus di pangan dan ada yang di pariwisata, konstruki supaya bergerak kembali, lalu juga di sektor perumahan," kata Sunarso.

"Ini sektor-sektor yang jadi sasaran untuk leverage dana 30 triliun jadi 90 triliun," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar menambahkan perseroan akan masuk ke sektor-sektor yang perkembangannya cukup siap.

"Sebagai contoh kami bidangnya di korporasi, tapi bukan berarti ga masuk di mikro, UMKM dan selected korporasi akan kami bantu pembiayaan sepanjang situasi ekonomi ini pelonggaran bisa kami lakukan ekspansi, ini penting kami lihat karena protokol kesehatan kami jaga dan ekspansi kalau kita lihat pelonggaran dari pemerintah, maka akan jadi trigger penetrasi lebih dalam ke depan," tegas Royke.

Herry Sidharta, Direktur Utama BNI, juga menyampaikan pihaknya akan memprioritaskan sektor padat karya yang dapat stimulus pertumbuhan ekonomi.

"Kita mulai pembukaan PSBB bertahap di mana daerah zona hijau, kita masuk di sana segera berikan perekonomian yang selama ini diistirahatkan, ini kesempatan kita di Q3 dan Q4 untuk speed up pertumbuhan dan harapannya pulih kembali untuk bisa meraih kesempatan yang sudah ada," katanya.

Adapun Pahala N Mansury, Dirut Bank BTN, mengatakan komitmen perseroan pada tahun ini adalah kredit tumbuh positif dengan penempatan dana dari pemerintah ini.

"Sama dengan yang disampaikan, kami di BTN komitmen di 2020 kredit kami akan tumbuh positif dan dengan penempatan dana pemerintah, 3 bulan kita tumbuh 3x," katanya.

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan resmi menempatkan dana sebesar Rp 30 triliun kepada empat bank BUMn atau Himbara. Tujuan penempatan dana adalah untuk menambah likuiditas bank tersebut dalam menjalankan penugasan pemerintah.

BRI dapat Rp 10 triliu, Bank Mandiri Rp 10 triliun, sementara Rp 10 triliun sisanya dibagi masing-masing untuk BTN dan BNI Rp 5 triliun.

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menyebutkan menerima dana senilai Rp 5 triliun dari pemerintah.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading