Laba Telkom Tembus Rp 5,8 T di Q1, Begini Kinerja Saham TLKM

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
01 July 2020 08:07
Telkom Landmark Tower building, the headquarters of Indonesia's largest telcommunications services company PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom), is seen in Jakarta, April 30, 2018. REUTERS/Beawiharta Foto: REUTERS/Beawiharta

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) atau Telkom meraih laba bersih Rp 5,86 triliun dan EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) pada kuartal I-2020 Rp 18,76 triliun. Sementara itu pendapatan konsolidasi menembus Rp 34,19 triliun.

Berdasarkan data laporan keuangan, laba bersih Telkom pada 3 bulan pertama tahun ini turun 5,79% dari periode yang sama tahun 2019 yakni Rp 6,22 triliun. Sementara itu pendapatan Telkom yang mencapai Rp 34,19 triliun itu juga turun tipis 1,8% dari sebelumnya Rp 34,84 triliun.

Lantas bagaimana pergerakan harga saham Telkom?


Mengacu data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), saham Telkom pada perdagangan akhir Juni kemarin, Selasa (30/6/2020), ditutup turun 4,09% di level Rp 3.050/saham. Nilai transaksi perdagangan Telkom kemarin sebesar Rp 791,68 miliar, dengan volume perdagangan 258,07 juta saham.

Sepekan terakhir, saham Telkom minus 4,09%, sebulan terakhir juga turun 7,29%. Tapi kabar baiknya harga saham induk Telkomsel ini melesat 5,90% dalam 3 bulan terakhir. Sayangnya, sebulan terakhir, asing masih melego saham TLKM sebesar Rp 2,79 triliun di pasar reguler.

Kembali ke kinerja Telkom, pencapaian pendapatan Telkom dikontribusi oleh Digital Business Telkomsel dan fixed broadband IndiHome sebagai mesin pertumbuhan perseroan yang mencatatkan pertumbuhan masing-masing 16,3% dan 19,7% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Kedua lini bisnis ini diharapkan menjadi andalan bagi pertumbuhan bisnis perusahaan di masa depan.

Pada segmen Mobile, Telkom melalui entitas anak Telkomsel, menunjukkan kinerja digital business yang semakin baik dengan pendapatan sebesar Rp 15,83 triliun yang didorong oleh pendapatan Data dan Digital Services, dengan total kontribusi sebesar 70,6% dari total pendapatan Telkomsel atau meningkat dari kontribusi sebesar 61,4% di tahun lalu.

Hal ini tidak lepas dari besarnya basis pelanggan sebesar 162,6 juta pelanggan, dengan pengguna mobile data tercatat sebanyak 105,1 juta pelanggan. Rerata konsumsi layanan data juga meningkat signifikan 42,4% menjadi 6.533 MB per pelanggan, sehingga lalu lintas data juga terus meningkat 41,7% menjadi 1.996.842 Terabyte.

Dengan pertumbuhan trafik data yang demikian pesatnya, selama tiga bulan pertama di tahun 2020, Telkomsel telah membangun lebih dari 7.088 Base Transceiver Station (BTS) yang seluruhnya berbasis 4G.

Hingga saat ini, Telkomsel telah memiliki total BTS sebanyak 219.323 unit dengan BTS 3G dan 4G/LTE mencapai lebih dari 169 ribu unit atau 77,1% dari total keseluruhan.

Layanan fixed broadband IndiHome terus mempertahankan kinerja yang semakin kuat dengan pendapatan sebesar Rp 5,1 triliun.

Jumlah pelanggan IndiHome pada kuartal pertama 2020 pun tumbuh 31,4% YoY menjadi 7,3 juta pelanggan.

Sebagai upaya mempertahankan posisinya sebagai market leader, IndiHome telah mengeluarkan paket yang lebih terjangkau (affordable) untuk menyasar segmen pelanggan yang lebih luas lagi guna meningkatkan penetrasi fixed broadband di Indonesia. Di samping itu, IndiHome juga terus berupaya untuk menambah layanan digital serta konten-konten yang menarik.

Selanjutnya, segmen Wholesale & International Business menunjukkan kinerja yang baik, dengan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 3,36 triliun atau tumbuh 15,1% dari tahun sebelumnya.

Sedangkan untuk segmen Enterprise, hingga saat ini Perseroan tetap menjalankan kebijakan bisnis dengan berfokus pada pembenahan secara fundamental yang diikuti perbaikan lini bisnis yang memiliki profitabilitas lebih tinggi dengan capaian pendapatan Rp 4,3 triliun.

Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah menjelaskan, pihaknya memprioritaskan lini bisnis yang memiliki prospek pertumbuhan yang baik, disertai upaya-upaya untuk memperoleh pendapatan yang berkualitas sehingga dapat meningkatkan margin profitabilitas dan menjaga pertumbuhan kinerja Perseroan yang sustainable ke depan.

"Pada dasarnya Telkom memiliki portfolio bisnis yang beragam, sehingga tidak terlalu bergantung pada salah satu segmen bisnis. Jika terjadi pelemahan di salah satu segmen, maka akan diimbangi dengan pertumbuhan di segmen lainnya," ujar Ririek, dalam keterangan resminya.

Saksikan video terkait di bawah ini:

Analis: Rilis Kinerja,TLKM Menarik Untuk Buy On Weakness


(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading