Rights Issue di Rp 180, ke Mana Arah Saham Bank Bukopin?

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
01 July 2020 06:46
Bukopin Foto: dok. Bukopin

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) segera merealisasikan Penawaran Umum Terbatas kelima (PUT V) melalui penerbitan saham baru dengan memberikan penawaran Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue kepada para pemegang saham eksisting.

Bukopin sudah mengantongi persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 24 Oktober 2019.

Keterbukaan informasi terkait rencana penerbitan saham baru tersebut dilakukan pada 30 Desember 2019, dan berlanjut melalui beberapa tahapan pendaftaran dokumen, sampai akhirnya memperoleh pernyataan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Selasa, 30 Juni 2020.


"Kami sangat bersyukur dengan dukungan pemegang saham dan regulator yang mendukung sejak awal proses penambahan modal ini hingga akhirnya memperoleh pernyataan efektif dari OJK hari ini," ujar Rivan Purwantono, Direktur Utama yang resmi menjabat sejak RUPS Tahunan 18 Juni lalu, dalam keterangannya, Selasa (30/6/2020).

Direktur Utama Bank Bukopin, Rivan purwantono (CNBC Indonesia/ Yuni Astutik)Foto: Direktur Utama Bank Bukopin, Rivan purwantono (CNBC Indonesia/ Yuni Astutik)
Direktur Utama Bank Bukopin, Rivan purwantono (CNBC Indonesia/ Yuni Astutik)

Adapun harga pelaksanaan rights issue Bank Bukopin ini akan dilakukan di harga Rp 180/saham. Berdasarkan persetujuan RUPSLB, jumlah saham yang akan diterbitkan terdiri dari saham kelas B sebanyak 4,66 miliar atau 40% dari jumlah saham beredar saat ini.

Dengan rasio tersebut, maka setiap 5 saham lama akan mendapatkan 2 HMETD, kemudian 1 HMETD berhak untuk mendapatkan 1 saham jika dilaksanakan pada periode pelaksanaan HMETD. Dengan banyaknya saham tersebut, maka Bank Bukopin akan mendapatkan dana rights issue Rp 839 miliar.

Sebelumnya BBKP sudah pernah melakukan rights issue pada 2018 silam di harga Rp 570/saham. Harga rights issue Rp 180/saham tersebut juga di bawah harga rata-rata harian saham BBKP pada perdagangan Selasa kemarin Rp 188/saham. 

Mengacu data BEI, Selasa kemarin saham BBKP ditutup turun 2,12% di posisi Rp 185/saham setelah pengumuman harga pelaksanaan rights issue ini.

Harga saham BBKP sudah melesat 24,16% dalam sebulan terakhir sejak rencana rights issue ramai di pasar dengan spekulasi harga pelaksanaan di level Rp 188/saham.

Bahkan dalam 3 bulan terakhir, saham BBKP ini terbang 81,37% kendati secara tahun berjalan saham BBKP minus 17,41%. Asing sudah keluar Rp 11,48 miliar dalam sebulan terakhir.

Saham bank yang didirikan pada 10 Juli 1970 dengan nama Bank Umum Koperasi Indonesia (disingkat Bukopin) ini pernah mencapai level tertinggi tahun ini yakni pada Rp 260/saham pada 8 Januari 2020. Setahun terakhir, harga tertinggi BBKP sempat di level Rp 320/saham pada 9 Juli 2019.

Sementara harga terendah yakni 84/saham terjadi pada 24 Maret 2020. Harga rights issue BBKP kali ini mencerminkan price to book value (PBV) 0,24 kali. PBV atau rasio harga terhadap nilai buku adalah rasio valuasi investasi yang digunakan untuk membandingkan nilai pasar saham perusahaan dengan nilai bukunya.

Perhitungannya harga Rp 180 dibagi dengan book value (jumlah ekuitas dibagi dengan jumlah saham beredar, Rp 8,59 triliun: 11.651.908.748 saham beredar), hasilnya 0,24 kali.

Analis PT Phillip Sekuritas Indonesia, Anugerah Zamzami Nasr, sebelumnya memprediksi harga pelaksanaan rights issue BBKP tak bisa disamakan dengan nilai PBV PT Bank Permata Tbk (BNLI) yang diakuisisi Bangkok Bank. Pekan lalu, Anugerah memproyeksi bahwa berdasarkan kualitas buku dan kualitas modal maka harga rights issue BBKP diperkirakan akan sekitar 0,4-0,6 kali.

"Jika Kookmin ingin menebus di harga premium, 1 kaliPBV, tampaknya tidak, dilihat dari kualitas buku dan aset Bukopin," katanya dalam wawancara dengan CNBC Indonesia TV (15/6/2020).

Anugerah bahkan sempat memproyeksikan level resistance (batas atas) saham BBKP di level 220/saham setelah tembus terlebih dahulu di Rp 208/saham.

Sebagai informasi, kedua pemegang saham utama Bukopin, Bosowa Corporindo dan KB Kookmin Bank, menyatakan kesiapan untuk melaksanakan HMETD pada PUT V.

KB Kookmin Bank, sesuai dengan rencananya untuk menjadi pemegang saham pengendali, bahkan menyatakan kesiapan menjadi Pembeli Siaga untuk menyerap seluruh HMETD yang tidak dieksekusi pemegang saham lainnya.

Jadwal selengkapnya untuk HMETD ini akan dipublikasikan Bank Bukopin sesuai dengan ketentuan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kookmin Bank yang pada 11 Juni lalu telah menggelontorkan dana US$ 200 juta atau setara Rp 2,8 triliun (asumsi kurs Rp 14.000/US$) ke Bank Bukopin, juga merampungkan proses due diligence (uji tuntas) tambahan dan dalam tahap finalisasi proses sesuai ketentuan di Korea.

Sebelumnya, pada Maret 2020 Bosowa juga telah menempatkan dana pada rekening penampungan atau escrow account HMETD PUT V di Bukopin. Hal ini juga diungkapkan Erwin Aksa, Presiden Komisaris Bosowa Corporation. Bosowa yang memiliki 23% saham Bank Bukopin menyatakan akan menyerap saham baru Bank Bukopin tersebut sesuai dengan porsi saham yang dimiliki.

"Bosowa menyerap sesuai hak Bosowa [dalam rights issue]. [Porsi saham kami] 2.725.986.130 lembar saham setara 23,4%," tegas Erwin Aksa, Presiden Komisaris Bosowa Corporation, kepada CNBC Indonesia, Selasa (16/6/2020).

Erwin yang Ketua Umum BPP HIPMI periode 2008-2011 ini mengatakan dana yang ditempatkan di BBKP senilai Rp 193 miliar untuk keperluan rights issue Bukopin sejak Maret 2020.

"Kalau saya subscribe [tambah serap lagi saham baru] bisa naik [porsi saham]," katanya.

Kookmin Bank masuk menjadi pemegang saham Bukopin melalui mekanisme HMETD pada PUT IV tahun 2018. Dengan pelaksanaan PUT V di mana Kookmin kembali menjadi Pembeli Siaga, diperkirakan Kookmin dapat menjadi pemegang saham terbesar sampai dengan 37,6%.

Mengacu data pemegang saham 31 Mei 2020, Bosowa Corporation, induk dari PT Bosowa Corporindo memiliki saham 23,39% saham BBKP (2.725.986.130), kemudian Koomin Bank Co Ltd 21,99% (2.563.000.000), dan Pemerintah RI 8,92% (1.038.968.631). Adapun saham publik per 31 Maret 2020 tercatat sebesar 40,46%.


(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading