Debut Perdana, Saham Emiten Kemasan Ini Meroket 35%

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
01 July 2020 10:27
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia, Jumat 28/2/2020 (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia, Jumat 28/2/2020 (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan yang bergerak di industri kemasan fast moving consumer goods,  PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC) mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia, Rabu (1/7/2020). Perseroan menjadi emiten ke-29 yang tercatat di BEI tahun ini. 

Megalestari Epack mencatatkan saham perdana pada Rabu (1/7/2020) dan dicatatkan di papan pengembangan dengan melepas 250 juta saham baru atau mewakili 7,57% saham yang ditempatkan dan disetor dengan harga penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) Rp 110/saham.

Saat debut perdana melantai di bursa, saham Megalestari Epack terpantau menguat 34,55% ke posisi Rp 148/saham.


IPO PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC) 1 Juli 2020Foto: IPO PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC) 1 Juli 2020
IPO PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC) 1 Juli 2020

Emiten dengan kode saham EPAC ini ditransaksikan sebanyak 5 kali dengan volume 4,3 ribu unit saham. Saat ini nilai kapitalisasi pasar EPAC di BEI mencapai Rp 488,90 miliar.

Direktur Utama EPAC, Bahar menerangkan bahwa pencatatan saham perseroan di BEI bertujuan untuk mendukung pengembangan, pertumbuhan dan kinerja perseroan di masa yang akan datang.

Menurutnya, saat ini Epack Group adalah packaging solution provider pertama di Indonesia yang mempunyai kemampuan produksi multi-platform, di roto maupun digital. Sampai saat ini, maupun di masa mendatang, belum ada produk substitusi yang bisa memberikan nilai tambah seperti kemasan fleksibel.

"Permintaan produk kami, juga terus meningkat seiring dengan tumbuhnya merek-merek baru dari segment bisnis UKM," katanya, dalam seremoni pencatatan saham secara virtual, Rabu (1/7/2020).

Dari aksi korporasi ini, perseroan akan menerima dana segar sebesar Rp 27,5 miliar. Dana yang diperoleh tersebut setelah dikurangi biaya emisi, sebesar 76,06% akan digunakan untuk pembelian mesin dan peralatan produksi dan 23,94% akan digunakan untuk modal kerja Perseroan.

Sebagai informasi, EPAC didirikan pada 2013, sebelumnya bernama PT Era Prima Adi Cipta Kreasindo. Perseroan mendirikan fasilitas produksi pertama di Kawasan Pergudangan 19, Pakuhaji, Kab. Tangerang. Pabrik pertama ini berbasis produksi kemasan fleksible dengan platform roto-gravure.

Pada tahun 2019, perseroan bekerjasama dengan ePac Flexibles Holdings LLC. (EFH), perusahaan asal Amerika Serikat yang bergerak di bidang kemasan fleksibel berbasis digital untuk mendirikan pengembangan lini usaha baru dengan teknologi digital ini untuk pasar Asia Pacific.

Saksikan video terkait di bawah ini:

Ukur Daya Tarik Saham Emiten yang Siap Tebar Dividen


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading