Rupiah Jadi Korban PHP! Sempat Menguat, Sekarang Lesu Lagi

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
30 June 2020 10:28
ilustrasi uang Ilustrasi Money Changer (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Sentimen di pasar sejatinya sedang membaik. Indeks VIX (yang mencerminkan volatilitas di pasar saham AS, yang menjadi patokan global) anjlok 8,49%. Rendahnya volatilitas menandakan 'air' sedang tenang, minim gejolak.

Hasilnya, investor berani bermain agresif sehingga instrumen aman seperti dolar AS dilepas. Pada pukul 09:18 WIB, Dollar Index (yang mengukur posisi greenback di hadapan enam mata uang utama dunia) melemah 0,1%.

Pagi ini, sejumlah rilis data di Asia membawa optimisme. Di Korea Selatan, penjualan ritel pada Mei 2020 tumbuh 1,7% year-on-year (YoY). Membaik ketimbang bulan sebelumnya yang terkontraksi (tumbuh negatif) -2,2% YoY.


Sedangkan di China, Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur versi Biro Statistik Nasional berada di 50,9 pada Juni 2020. Naik dibandingkan bulan sebelumnya yaitu 50,6. Sementara PMI non-manufaktur juga naik menjadi 54,4 dari 53,6.

Tidak hanya di Asia, kabar dari Inggris juga memberi semangat kepada pelaku pasar. Perdana Menteri Boris Johnson mengungkapkan pemerintah siap menggelontorkan stimulus berupa pembangunan infrastruktur untuk merangsang pertumbuhan ekonomi.

"Inilah saatnya pendekatan a la Roosevelt di Inggris. Saya yakin bahwa investasi pemerintah akan menuai hasil dalam bentuk ekonomi yang lebih produktif," tegas Johnson, seperti dikutip dari Reuters.

Franklin Delano Roosevelt, mantan Presiden AS, dikenal berhasil mengentaskan Negeri Adidaya dari derita Depresi Besar pada 1930-an. Program New Deal besutan Roosevelt, yang menitikberatkan kepada penciptaan lapangan kerja melalui pembangunan infrastruktur, adalah sesuatu yang coba diterapkan oleh Johnson di Inggris.

Siang nanti, Kantor Statistik Nasional (Office for National Statistics) Inggris akan mengumumkan angka final pembacaan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2020. Konsensus pasar yang dihimpun Trading Economics memperkirakan terjadi kontraksi -1,6% YoY.

Meski Inggris rasanya sulit menghindari resesi, tetapi ada harapan derita tersebut tidak akan lama jika stimulus infrastruktur pemerintah berjalan lancar. Ekonomi akan bergeliat, dan Inggris bisa keluar dari resesi dalam waktu yang tidak terlampau lama.

Ternyata Semua Tidak Baik-baik Saja
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading