Emiten Tambang Sinarmas Tambah Utang Rp 416,46 M dari Mandiri

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
23 June 2020 12:41
GEMS Catat Lonjakan Pendapatan (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten pertambangan Grup Sinarmas, PT Golden Energy Mining Tbk (GEMS) mendapatkan fasilitas penambahan kredit modal kerja sebesar US$ 29,50 juta atau sekitar Rp 416,46 miliar dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Hal ini merupakan addendum atas perjanjian kredit modal kerja Bank Mandiri kepada GEMS berikut anak usaha perseroan, yakni PT Borneo Indobara, PT Kuansing Inti Makmur dan PT Barasentosa Lestari.


Tidak hanya itu, addendum tersebut juga menambah perpanjangan jangka waktu perjanjian kredit untuk jangka waktu setahun ke depan sampai dengan 21 Juni 2021.

Sekretaris Perusahaan GEMS, Sudin, dalam keterangannya menyampaikan, dana hasil pinjaman kredit modal kerja ini akan dipakai untuk memperkuat dan meningkatkan performa operasional perseroan.

"Meningkatkan likuiditas dan memperkuat modal kerja perusahaan," tulis Sudin, Selasa (23/6/2020).

Di sisi lain, KMK ini juga akan mendukung fasilitas pinjaman yang akan menopang kinerja perseroan lebih baik ke depan.

Bakal Delisting

Sebenarnya GEMS sudah mendapatkan peringatan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan terancam delisting karena jumlah saham perseroan yang beredar di publik kurang dari ketentuan. BEI memberikan tenggat waktu 31 Oktober 2020 kepada perseroan untuk menambah kepemilikan saham di pasar.

BEI menegaskan pihaknya akan mempertimbangkan untuk melakukan proses delisting (menghapus pencatatan) atas efek perseroan di Bursa apabila sampai dengan 31 Oktober 2020 GEMS masih belum dapat memenuhi Ketentuan V.1. Peraturan Bursa Nomor I-A.

Dalam pengumumannya, BEI menegaskan saham GEMS telah disuspensi (dihentikan sementara) sekurang-kurangnya selama 24 bulan terakhir.

"Meskipun demikian, mengingat rencana GEMS untuk memenuhi ketentuan Bursa dengan adanya tindakan korporasi yang memerlukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), dan sesuai dengan relaksasi penyelenggaraan RUPS yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan [OJK], maka Bursa telah memberikan perpanjangan waktu pemenuhan Ketentuan V.1 sampai dengan tanggal 31 Oktober 2020," tulis BEI, Rabu (27/5/2020).

Adapun sesuai dengan Ketentuan III.3.1.2, saham perusahaan tercatat yang akibat suspensi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, hanya diperdagangkan di Pasar Negosiasi sekurang-kurangnya selama 24 bulan terakhir.

Sementara itu, Ketentuan V.1 Peraturan Bursa Nomor I-A yakni disebutkan bahwa jumlah saham yang dimiliki oleh pemegang saham bukan pengendali dan bukan pemegang saham utama paling sedikit 50.000.000 saham dan paling sedikit 7,5% dari jumlah saham dalam modal disetor.

Ini tertuang dalam Perubahan Peraturan Nomor I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Terancam Delisting, Emiten Tambang Sinarmas Siap Rights Issue


(hps/hps)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading