Newsletter

Penurunan Suku Bunga: Ruang Terbuka, Waktu Dipersilakan

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
18 June 2020 07:10
Trader Gregory Rowe works on the floor of the New York Stock Exchange, Monday, Aug. 5, 2019. Stocks plunged on Wall Street Monday on worries about how much President Donald Trump's escalating trade war with China will damage the economy. (AP Photo/Richard Drew)

Indeks Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 masuk ke zona merah untuk pertama kali dalam 4 sesi perdagangan terakhir, menyusul peringatan dini soal obat Covid-19. Dow Jones anjlok 170,37 poin, atau 0,7%, ke 26.119,61 meski di sesi pembukaan sempat menguat tipis 47 poin (+0,2%).

Di sisi lain, S&P 500 melemah 0,4% menjadi 3.113,49 sedangkan indeks Nasdaq menguat 0,15% menjadi 9.910,53.

Saham maskapai penerbangan, kapal pesiar, dan ritel yang selama ini diuntungkan dari rencana pembukaan kembali ekonomi, kali ini tertekan. Saham United Airlines dan Delta Airlines anjlok lebih dari 1,8% sedangkan American Airlines turun 0,3%.


Sebaliknya, saham teknologi menguat seperti induk Google yakni Alphabet yang tumbuh 0,4%. Saham Amazon dan Netflix naik masing-masing 1% dan 2,7%. Demikian juga Apple yang tumbuh 0,9% hingga sempat menyentuh rekor tertingginya yang baru.

Pasar memperhitungkan risiko penyebaran kembali virus corona (strain terbaru) setelah Beijing menyatakan sekolah libur menyusul kenaikan lagi jumlah penderta Covid-19. Di AS, 2,1 juta penderita Covid-19 telah teridentifikasi dengan Arizona dan Texas melaporkan kenaikan kasus.

Di tengah kondisi demikian, Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati soal informasi bahwa dexamethasone bisa menjadi penyembuh Covid-19.

Direktur Eksekutif WHO Mike Ryan mengatakan bahwa hasil uji Universitas Oxford mengenai efektivitas peyembuhan Covid-19 dengan obat tersebut merupakan temuan dari satu studi saja. "Kita harus melihat data yang riil, data yang menyeluruh," tuturnya sebagaimana dikutip CNBC International.

"Kita sepertinya memasuki periode konsolidasi karena menghadapi kondisi yang secara teknikal terbilang jenuh beli," tutur Bill Northey, Direktur Senior Investasi Bank Wealth Management, seperti dikutip CNBC International.

Bursa AS dua hari terakhir menguat ditopang berita yang bernada bullish, mulai dari kenaikan historis penjualan ritel sebesar 17,7% pada Mei hingga kabar bahwa Gedung Putih menyiapkan proposal infrastrukur senilai US$ 1 triliun (setara Rp 14,1 kuadriliun).

Sepanjang tahun berjalan, indeks S&P 500 telah menguat lebih dari 40% sejak menyentuh level terendah harian pada 23 Maret.

Cermati Sentimen Penggerak Pasar Hari Ini
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading